Konsorsium Petrosea Teken Kontrak Onshore LNG di Blok Masela Senilai Rp 989 M

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Petrosea Tbk (PTRO) mengumumkan penandatanganan kontrak kerja sama dengan Inpex Masela membangun fasilitas gas alam cair (LNG) di daratan (onshore) pada 2 Maret 2026.

Proyek tersebut melibatkan konsorsium yang dibentuk oleh Petrosea bersama dengan PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya (Persero). Kerja sama mencakup pembangunan Onshore LNG Perimeter Construction Works yang berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

"Proyek ini merupakan salah satu proyek pengembangan gas dan LNG strategis di Indonesia yang berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional. Estimasi nilai kontrak adalah sekitar Rp 989 miliar dengan estimasi jangka waktu kontrak selama 36 bulan," kata manajemen Petrosea dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3).

Porsi partisipasi Petrosea dalam konsorsium tersebut sebesar 36 persen, dan ruang lingkung pekerjaan proyek ini mencakup pembangunan pagar perimeter dan public expansion road, pembangunan jalan pengalihan dan relokasi jaringan listrik eksisting, serta opsi pembangunan pioneering jetty dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU).

Petrosea merupakan perusahaan yang menghadirkan layanan terpadu yang mencakup seluruh mata rantai dari hulu hingga hilir, mulai dari EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan, serta minyak dan gas di di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar proyek gas raksasa di Laut Arafura itu segera masuk tahap keputusan investasi akhir (FID), dalam pertemuannya dengan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Tokyo, Minggu (15/3).

Kemajuan proyek tersebut mencapai 25 persen. Bahlil ingin Proyek Abadi Masela dapat memajukan Front End Engineering and Design (FEED) pada kuartal II 2026 atau selambatnya di kuartal III tahun ini, supaya secara paralel dapat melakukan tender Engineering Procurement Construction (EPC).

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini 27 tahun, masa kita mau tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi kan. Apalagi itu kampung ibu saya. Jadi saya pikir bisa tahun ini kita semua tender EPC," ujar Bahlil saat pertemuan itu, melalui keterangan tertulis, Senin (16/3).

Untuk mencapai target FEED tersebut, Bahlil menawarkan kepada Inpex supaya produksi Lapangan Abadi Masela yang mencapai 9 Million Tonnes Per Annum (MTPA), apabila belum ada pembeli serius hingga akhir April 2026, agar dibeli oleh Danantara, termasuk pasokan untuk program hilirisasi. Adapun kesepakatan investasi proyek ini mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp 339 triliun.

Percepatan kemajuan proyek ini ditandai dengan tuntasnya sejumlah perizinan, seperti ersetujuan Lingkungan dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah diterbitkan pada 13 Februari 2026, menyusul persetujuan pelepasan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan pada Januari 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Strategi Lolos UTBK SNBT 2026, Cara Pilih Prodi agar Tepat Sasaran
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
BRI Super League: Jadi Top Scorer Persib, Andrew Jung Lebih Fokus Menatap Juara
• 19 jam lalubola.com
thumb
Arus Balik Padati Gambir, Belasan Ribu Pemudik Tiba di Jakarta
• 22 jam laludetik.com
thumb
InterSystems Tetapkan Mantan Pemimpin NHS dan Mass General, Dr. Tim Ferris, Sebagai Wakil Presiden Healthcare Practice
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Daftar Tim Kepelatihan Baru Timnas Indonesia 2026
• 5 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.