Delta Giri (DGWG) Raup Penjualan Rp4,15 Triliun Sepanjang 2025, Laba Naik 22%

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) sepanjang 2025 menunjukkan tren yang solid. Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp218,85 miliar, tumbuh 22,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp178,69 miliar.

Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan lonjakan penjualan yang mencetak rekor volume tertinggi. Sepanjang 2025, penjualan DGWG mencapai Rp4,15 triliun, naik 23,15 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,37 triliun. 

Secara rinci, penjualan pupuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp2,59 triliun, diikuti pestisida sebesar Rp1,36 triliun, distribusi Rp1,13 triliun, serta peralatan dan perlengkapan Rp77,21 miliar, dikurangi eliminasi Rp1,03 triliun.

Dari sisi profitabilitas, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp3,03 triliun dari sebelumnya Rp2,43 triliun. Namun demikian, laba kotor tetap tumbuh menjadi Rp1,11 triliun dibandingkan Rp938,74 miliar pada tahun sebelumnya.

Direktur Utama DGWG, David Yaory, menilai capaian ini sebagai hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga pasokan dan kualitas produk sektor pertanian.

“Kami memandang kinerja tahun 2025 sebagai hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjaga ketersediaan dan kualitas produk bagi sektor pertanian di tanah air. Ke depan, Perseroan akan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis serta memastikan relevansi produk dengan kebutuhan petani, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar David dalam keterangannya, Kamis (26/3). 

Baca Juga: Bergerak Tak Wajar, Saham DGWG Masuk Pengawasan Bursa

Baca Juga: Emtek (EMTK) Bukukan Laba Rp6,78 Triliun pada 2025, Melejit 361%

Senada, Direktur DGWG, Danny Jo Putra, menegaskan bahwa pertumbuhan ini juga tidak lepas dari disiplin dalam pengelolaan operasional.

“Pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun 2025 mencerminkan upaya perseroan dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan volume usaha dan efisiensi operasional. Perseroan akan terus mengelola bisnis secara prudent agar dapat menjaga keberlanjutan kinerja di tengah berbagai tantangan yang ada,” kata Danny.

Dari sisi neraca, posisi keuangan Perseroan juga menguat. Total aset meningkat menjadi Rp4,04 triliun dari sebelumnya Rp2,91 triliun. Liabilitas bengkak ke Rp2,94 triliun dari Rp2,12 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp1,09 triliun dari Rp781,59 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Huru Seekor Anak Harimau Benggala Mati di Kebun Binatang Bandung
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Minyak Mentah Rusia Tiba di Filipina, Bantu Atasi Darurat Energi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Sebut Pakistan dan Turki Jadi Mediator Negosiasi Damai Dengan AS
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov DKI Bantah Ada Kendaraan Dinas yang Dipakai Mudik
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Sah! Ringgit Jadi Mata Uang Terkuat di ASEAN, RI Cuma Gigit Jari
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.