Kapan Mulai Qadha Puasa Ramadan? Ini Waktu yang Tepat dan Bacaan Niatnya

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan mulai bersiap untuk menggantinya. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk mulai qadha puasa, dan bagaimana hukumnya jika ingin digabung dengan puasa sunnah Syawal?

Kapan Mulai Qadha Puasa Ramadan?

Qadha puasa Ramadan sudah bisa dilakukan sejak 2 Syawal, atau sehari setelah Idul Fitri. Pada 1 Syawal, umat Muslim diharamkan berpuasa karena merupakan hari raya.

Secara umum, waktu qadha puasa cukup panjang, yaitu:

Meski demikian, para ulama menganjurkan untuk tidak menunda-nunda dan segera mengganti puasa di bulan Syawal jika mampu. Selain lebih ringan, hal ini juga mempercepat seseorang terbebas dari kewajiban. Namun, qadha puasa tidak harus dilakukan sekaligus. Boleh dicicil atau dilakukan bertahap sesuai kemampuan.

Hari yang Dilarang untuk Puasa

Meskipun qadha bisa dilakukan kapan saja dalam rentang waktu tersebut, ada beberapa hari yang diharamkan untuk berpuasa, yaitu:

Di luar hari-hari tersebut, qadha puasa boleh dilakukan.

Baca Juga

  • Tata Cara Puasa Qadha Ramadan dan Perbedaanya dengan Fidyah
  • Puasa Qadha Belum Selesai Sampai Ramadan? Ini Hukum dan Konsekuensinya
  • Awas! Ini Hari yang Dilarang Membayar Utang Puasa atau Qadha Ramadan
Qadha Puasa atau Puasa Syawal, Mana Didahulukan?

Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ

Artinya: Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh (HR Muslim).

Namun, bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, muncul pertanyaan: mana yang harus didahulukan?

1. Jika Tidak Puasa karena Uzur

Misalnya karena haid, nifas, sakit, atau perjalanan, maka:

2. Jika Tidak Puasa Tanpa Uzur (Sengaja)

Berbeda halnya jika meninggalkan puasa tanpa alasan syar’i:

Pendapat mayoritas ulama, termasuk dalam mazhab Syafi’i, menegaskan bahwa dalam kondisi ini qadha harus diprioritaskan.

Pendapat Ulama

Sejumlah ulama juga menegaskan bahwa qadha lebih utama didahulukan dibanding puasa Syawal.

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menyebutkan:

مَنْ كَانَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلْيَبْدَأْ بِقَضَائِهِ فِي شَوَّالٍ فَإِنَّهُ أَسْرَعُ لِبَرَاءَةِ ذِمَّتِهِ، وَهُوَ أَوْلَى مِنَ التَّطَوُّعِ بِصِيَامِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ

Artinya: Barangsiapa memiliki utang puasa dari bulan Ramadhan, maka segeralah untuk menggantinya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat bebas dari tanggungannya. Ini lebih utama dari puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

Dengan demikian, mendahulukan qadha puasa adalah pilihan yang lebih aman dan utama, terutama agar kewajiban tidak tertunda.

Dalil Kewajiban Qadha Puasa

Kewajiban mengganti puasa Ramadhan dijelaskan dalam Al-Qur’an:

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُون

Artinya: Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain...

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan

Tata cara qadha puasa pada dasarnya sama seperti puasa Ramadhan, yang membedakan hanya pada niatnya. Niat qadha puasa Ramadhan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillâhi ta‘âlâ.

Artinya : “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Niat ini dibaca pada malam hari sebelum fajar.

Tata Cara Qadha Puasa Ramadan

Pelaksanaan qadha puasa sama seperti puasa wajib lainnya:

Qadha puasa Ramadhan dapat mulai dilakukan sejak 2 Syawal hingga sebelum Ramadhan berikutnya. Meski waktunya panjang, menyegerakan qadha adalah yang paling dianjurkan.

Bagi yang memiliki utang puasa, sebaiknya mendahulukan qadha dibanding puasa sunnah Syawal, agar kewajiban segera tertunaikan dan ibadah menjadi lebih sempurna.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dewan Pembina HIPMA: PSBM Jadi Momentum Perantau Sulsel Perkuat Silaturahmi dan Kontribusi Ekonomi
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Bermula dari Tabrak Pembatas Jalan, BYD Terjun ke Kolam Bundaran HI
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Ultimatum BGN untuk Bos SPPG yang Joget di Medsos
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Aksi Berkelas Kapten Timnas Indonesia Jay Idzes Hadapi Blunder di Laga Sassuolo
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Memahami Bystander Effect, Alasan Orang Diam saat Lihat Pelecehan di Keramaian
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.