BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah pemudik menghabiskan waktu lebih lama di kampung halaman karena diperbolehkan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
Salah satunya Denis Arfian (34), warga Bekasi Barat, yang baru kembali dari kampung halamannya di Yogyakarta pada Kamis (26/3/2026) pagi.
“Tertolong banget karena kantor nerapin WFH setelah Lebaran. Jadi masih bisa istirahat di kos juga,” ujar Denis saat ditemui di Stasiun Bekasi, Kamis.
Denis mengatakan, kebijakan WFH juga memberinya waktu lebih panjang untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman sekaligus menghindari kepadatan puncak arus balik.
Baca juga: Bau Miras Terendus Polisi di Pinggir Jalan, Pengiriman 1.500 Liter Tuak di Bandung Terbongkar
“Kalau balik lebih awal kan biasanya padat banget. Sekarang masih ramai sih, tapi enggak sepadat pas puncak kemarin,” kata dia.
Hal serupa disampaikan Wulandari (28) yang memanfaatkan kelonggaran WFH untuk menunda kepulangan agar perjalanan lebih nyaman.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, ya. Nyaman dan enggak perlu berdesakan,” ujarnya.
Sementara itu, Dewi Zuriyati (43), warga Cibitung, memilih jadwal keberangkatan pulang ke Bekasi hari ini karena harus kembali membuka warung kelontongnya.
“Harus balik sekarang, soalnya mau buka warung lagi. Kalau kelamaan tutup, nanti pelanggan pada ke tempat lain,” ujar Dewi.
Dewi mengatakan, perjalanan dari Semarang menuju Bekasi berlangsung lancar meski arus balik masih ramai. Menurutnya, fenomena ini menunjukkan arus balik tahun ini cenderung fleksibel.
"Kalau sekarang kayaknya pemudik enggak lagi terpaku sama satu waktu tertentu, sesuai kebutuhan masing-masing aja,"
Pantauan Kompas.com di lokasi, Stasiun Bekasi masih dipadati penumpang meski tidak berada pada puncak arus balik. Para pemudik yang kembali dari kampung halaman datang silih berganti dengan membawa koper, tas besar, hingga oleh-oleh khas Lebaran.
Berdasarkan data hingga pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 8.477 penumpang kereta api jarak jauh tiba di Stasiun Bekasi.
Baca juga: Viral Mobil Dinas Pelat B Dipakai Mudik, Pemprov DKI: Bukan Aset Kami
“Pada tanggal 26 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di Stasiun Bekasi mencapai 8.477 orang,” ujar Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangannya.
Secara keseluruhan, volume kedatangan penumpang di wilayah Daop 1 Jakarta pada hari yang sama mencapai 52.471 orang, lebih tinggi dibandingkan keberangkatan yang tercatat sebanyak 33.520 penumpang.
Kondisi ini menandakan arus balik mulai mendominasi, dengan mayoritas penumpang berasal dari sejumlah kota di Pulau Jawa, seperti Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, hingga Bandung.
Seiring masih tingginya arus balik, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan sisa tiket yang masih tersedia.
Selain itu, pola arus balik yang lebih tersebar diharapkan dapat mengurangi kepadatan ekstrem seperti yang biasa terjadi pada puncak arus balik Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




