Pasca Lebaran, Warga Jakarta Siap Tekan “Reset” di Meja Kerja

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Libur panjang Lebaran perlahan usai. Ribuan perantau kembali ke Jakarta, membawa energi baru meski post-holiday blues masih terasa. Para pekerja mulai mempersiapkan diri agar hari pertama kerja berjalan lancar dengan tubuh dan pikiran yang prima.

Pada Kamis (26/3/2026), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat sedikitnya 52.471 penumpang tiba di wilayah Jakarta. Sejak 23 Maret, jumlah kedatangan konsisten berada di kisaran 49.000 hingga 53.000 penumpang per hari.

Di Stasiun Gambir, arus penumpang sudah mulai padat sejak pukul 04.30 WIB. Penumpang turun dari kereta sambil menyeret koper, sebagian lainnya menenteng kardus berisi oleh-oleh khas kampung halaman.

Baca JugaIroni Perantau Jakarta, Lebaran di Bawah Bayang-bayang Harus Mapan

Hujan gerimis tak menyurutkan antrean taksi dan ojek daring yang sibuk menjemput para perantau. Lampu stasiun memantulkan kilau di lantai basah, sementara matahari pagi belum menampakkan diri.

Para perantau ini datang membawa energi baru dari berbagai daerah seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, hingga Purwokerto. Meski begitu, tak sedikit yang masih menyisakan post-holiday blues.

”Rindu rumah pasti ada, tapi semangat cari uang harus lebih besar. Anak istri di kampung nunggu kiriman, jadi pas balik ke Jakarta ya harus langsung gaspol lagi kerja,” ujar Aris (32), pekerja swasta yang tiba di Stasiun Gambir dari Surabaya, Kamis pagi.

Di tengah keriuhan arus balik, para pekerja ini punya cara masing-masing untuk menjaga mental agar tidak langsung drop saat kembali bekerja. Aris, misalnya, sengaja balik ke Jakarta lebih awal untuk memberi ruang adaptasi.

”Kuncinya jangan mepet,” ujarnya. Aris baru mulai bekerja pada Senin, tetapi sudah kembali ke Jakarta sejak Kamis, sehingga memiliki waktu sekitar tiga hari untuk menyesuaikan diri dengan ritme kota.

Waktu tersebut ia manfaatkan sebagai masa “pendaratan”. Mulai dari merapikan kos, mencuci pakaian, hingga mengembalikan pola tidur yang sempat berubah selama mudik. Ia juga memastikan cukup istirahat agar kondisi fisik benar-benar pulih.

”Jadi pas hari pertama kerja, badan sudah siap. Nggak kaget lagi sama ritme Jakarta,” katanya.

Lain halnya dengan Maya (27), pekerja di kawasan Sudirman. Ia memilih melakukan “detoks” makanan sebelum kembali ke rutinitas kerja.

”Di kampung sudah puas makan santan dan yang manis-manis. Begitu sampai Jakarta, saya langsung banyak minum air putih dan makan buah, biar badan terasa lebih ringan. Jadi pas di meja kantor, otak nggak gampang ngantuk dan bisa lebih fokus,” tuturnya.

Baca JugaLebaran Usai, ke Jakarta Aku Kan Kembali

Selain menjaga pola makan, Maya juga menyiapkan diri secara mental dengan menyusun to-do list sederhana. Ia merinci pekerjaan yang akan dilakukan di hari pertama agar tidak kewalahan menghadapi tumpukan tugas setelah libur panjang.

”Minimal sudah tahu mau mulai dari mana, jadi nggak kaget dan lebih terkontrol,” ujarnya.

Ia juga memilih memulai pekerjaan secara bertahap, tidak langsung mengambil beban berat di hari pertama. Menurut Maya, langkah ini membantu tubuh dan pikiran kembali menemukan ritme kerja.

Di luar itu, Maya membatasi penggunaan media sosial pada malam hari agar waktu istirahat tetap terjaga. Baginya, kualitas tidur menjadi kunci agar tubuh dan pikiran siap menghadapi hari kerja setelah libur panjang.

Lebih tinggi

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan, sebanyak 52.471 penumpang tercatat tiba di wilayah Daop 1 Jakarta pada Kamis hingga pukul 09.00 WIB.

”Volume kedatangan masih lebih tinggi dibanding keberangkatan. Kami memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal agar perjalanan pelanggan tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujar Franoto.

Ia menjelaskan, penumpang terbanyak turun di Stasiun Pasar Senen sebanyak 18.203 orang, disusul Stasiun Gambir dengan 15.815 orang. Mayoritas penumpang berasal dari sejumlah kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat, seperti Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bandung, Jember, Purwokerto, Malang, Tegal, hingga Madiun.

Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan 1.083.674 tempat duduk untuk kereta api jarak jauh. Hingga 26 Maret, jumlah penumpang berangkat tercatat 742.715 orang, dengan total tiket terjual mencapai 858.748 atau tingkat okupansi sekitar 79 persen.

Baca JugaMudik dari Jakarta ke Surabaya, Berapa Saldo E-Toll yang Dibutuhkan?

Pada periode awal mudik, 11–20 Maret 2026, KAI Daop 1 memberangkatkan 483.389 penumpang. Sementara pada puncak Lebaran, 21–22 Maret, jumlah keberangkatan mencapai 97.297 penumpang, dengan kedatangan 62.254 penumpang. Memasuki arus balik sejak 23 Maret, jumlah kedatangan harian konsisten berada di kisaran 49.000 hingga 53.000 penumpang.

Adapun kota tujuan favorit selama masa Angkutan Lebaran meliputi Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Purwokerto, Bandung, dan Jember.

Seiring tingginya arus balik, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) turut melakukan penyesuaian layanan untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas penumpang.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan, layanan difokuskan pada konektivitas antarmoda atau perjalanan lanjutan dari stasiun dan terminal menuju tujuan akhir.

”Pada periode 13–29 Maret 2026, kami menitikberatkan layanan pada konektivitas antarmoda atau first-last mile,” ujarnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Transjakarta meningkatkan frekuensi layanan di rute-rute yang terhubung dengan simpul transportasi hingga 20–50 persen dibanding hari biasa. Jam operasional juga diperpanjang hingga pukul 23.59 WIB, dengan penyesuaian mengikuti jadwal kedatangan kereta dan bus antarkota.

Sejumlah rute yang diperkuat antara lain Koridor 2A (Pulo Gadung–Rawa Buaya via Balaikota), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), dan 7F (Kampung Rambutan–Juanda via Cempaka Putih), serta layanan integrasi seperti Tanah Abang–Blok M, Senen–Tanah Abang, dan Manggarai–Blok M.

Penguatan layanan fokus pada titik-titik kedatangan utama, seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, Manggarai, Tanah Abang, serta Terminal Pulo Gebang. Di lokasi tersebut, jumlah armada ditambah dan waktu tunggu (headway) dipercepat untuk menghindari penumpukan penumpang.

Selain itu, layanan 24 jam tetap beroperasi di sejumlah koridor utama, seperti Koridor 2 (Pulo Gadung–Monas), Koridor 4 (Pulo Gadung–Galunggung), Koridor 5 (Kampung Melayu–Ancol), Koridor 11 (Kampung Melayu–Pulo Gebang), dan Koridor 14 (JIS–Senen).

Khusus di Terminal Pulo Gebang, Transjakarta menambah 11 unit armada pada 25–27 Maret 2026 untuk mengantisipasi puncak arus balik.

Ayu menjelaskan, pola operasional ini disesuaikan dengan peningkatan permintaan selama Lebaran, yang berbeda dari hari biasa.

”Dengan penguatan ini, kami ingin memastikan pelanggan bisa melanjutkan perjalanan dengan lebih cepat dan nyaman,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ringkus Tiga dari 6 Pelaku Pembacokan Dua Pemuda di Jalan Dupak Surabaya
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
AS Ancam Tingkatkan Serangan usai Iran Tolak Proposal Perdamaian Trump
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Zodiak yang Punya Banyak Relasi Sosial
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Perkuat Distribusi Energi Nasional, Kalog Operasikan Container Yard 2 Merapi
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Breaking News! Kabais TNI Mundur Buntut Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.