JAKARTA, KOMPAS.com - Titik-titik parkir liar motor terlihat di Jalan Kebon Kacang 30, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (26/3/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi pukul 11.00-13.00 WIB, setidaknya ada empat titik parkir liar di kawasan tersebut.
Seluruh titik parkir berada di ujung utara Jalan Kebon Kacang 30, tepatnya di belakang Plaza Indonesia sisi Kebon Kacang Gate.
Di masing-masing titik parkir liar ada belasan motor yang terparkir.
Lokasi parkir berada di tepi kanan dan kiri jalan. Di sisi kiri jalan, parkir menempati bahu jalan, sedangkan di kanan jalan, parkir berada di lahan taman.
Sekitar dua meter dari lokasi parkir liar, berdiri tenda Dinas Perhubungan (Dishub). Ada meja dan kursi di bawah tenda tersebut, tetapi tidak tampak satu pun petugas Dishub yang berjaga.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Kota Jakarta Pusat baru melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang Jalan Kebon Kacang 30 pada 10 Maret 2026 atau sekitar dua pekan lalu.
Saat itu seluruh bangunan liar yang mayoritas merupakan kios kuliner di tepi jalan dibongkar permanen. Selain itu, parkir liar di sepanjang Jalan Kebon Kacang 30 juga ditertibkan.
Baca juga: Warga Protes Tarif Parkir Liar di Kembangan Rp 20.000, Dalihnya THR Lebaran
Berdasarkan pantauan pada Kamis siang, pedagang kuliner tidak ada yang menggelar lapak atau gerobak di sepanjang jalan tersebut.
Hanya ada satu pedagang kue rangi yang melintas di lokasi.
Sementara itu, warung-warung makan di sisi kanan jalan, menempati bangunan permanen. Warung-warung itu diserbu pelanggan pada jam makan siang.
Satu mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP tampak berjaga di ujung Jalan Kebon Kacang 30. Dua petugas Satpol PP bersiaga di mobil.
Warga Kebon Kacang yang dijumpai Kompas.com di lokasi, Ari (42) mengatakan, pedagang makanan masih tetap curi-curi kesempatan untuk berjualan di lokasi tersebut.
Hanya saja, jam operasional mereka kini sore hingga malam hari.
"Pokoknya setelah jam 15.00 WIB. Pada bawa gerobak. Sekarang yang beli enggak boleh di tempat. Kesepakatannya begitu," tutur Ari.