Kasus Andrie Yunus, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Reformasi TNI karena Dinilai Bahayakan Demokrasi

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Foto dua terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus ditampilkan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (18/3/2026). (Sumber: ANTARA/Ilham Kausar)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Koalisi Masyarakat Sipil menilai kebutuhan untuk mereformasi TNI merupakan hal yang mendesak dan “darurat”.

Sebab, saat ini telah terjadi arus balik reformasi TNI yang dianggap membahayakan kehidupan demokrasi dan negara hukum.

"Oleh karena itu koalisi mendesak tuntaskan kasus Andrie melalui peradilan umum,” kata Peneliti HAM dan Sektor Keamanan Setara Institute Ikhsan Yosarie dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas TV, Kamis (26/3/2026).

“Proses hukum Kepala BAIS yang baru dicopot untuk dimintai pertanggungjawaban komandonya.”

Ikhsan lebih lanjut mendesak otoritas sipil untuk mengevaluasi dan meminta pertanggungjawaban Menteri Pertahanan dan Panglima TNI selaku pembuat kebijakan pertahanan, khususnya terkait kasus Andrie Yunus.

Baca Juga: KPK Tolak Permintaan Gubenur Nonaktif Riau, Abdul Wahid untuk Jadi Tahanan Rumah

"Mendesak militer keluar dari jabatan-jabatan sipil, seperti Letkol Tedy yang menduduki jabatan Sekretaris Kabinet serta jabatan sipil lainnya,” ucap Ikhsan.

“Otoritas sipil maupun Mahkamah Konstitusi segera melakukan reformasi peradilan militer agar militer tunduk dalam peradilan umum jika terlibat tindak pidana umum.”

Selain itu, Ikhsan mendorong otoritas sipil segera mengembalikan militer ke barak dan tidak lagi terlibat dalam operasi selain perang di dalam negeri yang berlebihan seperti menjaga objek sipil, menjaga demonstrasi, dan lainnya.

“Kembalikan militer sebagai alat pertahanan negara, bukan alat rezim yang disalahgunakan untuk mensukseskan proyek-proyek rezim seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan lain-lain,” ujar Ikhsan.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • koalisi masyarakat sipil
  • tni
  • reformasi tni
  • tni membahayakan demokrasi
  • darurat reformasi tni
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Sinopsis BERI CINTA WAKTU SCTV Episode 45, Hari Ini Rabu 25 Maret 2026: Trian Histeris di Samping Adila, Tangis Pecah di Ruang ICU 
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Libur Bulan April 2026 Cuma Sedikit? Ini Jadwalnya
• 15 jam laludetik.com
thumb
5 Berita Terpopuler: Pemerintah Batalkan Wacana Sekolah Daring, Ada Perubahan Apa?
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Direktur FC Emmen Akui Karier Tim Geypens Terancam usai Skandal Paspor WNI Dipermasalahkan di Liga Belanda
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.