Senegal Melawan! Resmi Gugat CAF ke CAS demi Rebut Kembali Gelar Juara Piala Afrika 2025

medcom.id
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Federasi Sepak Bola Senegal resmi mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Langkah hukum ini diambil oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (FSF) terkait pencabutan status juara Piala Afrika 2025 milik Timnas Senegal.
 
Pekan lalu, Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) secara kontroversial memberikan gelar juara kepada Maroko. CAF membuat keputusan dengan membatalkan kemenangan 1-0 Senegal dan mengubahnya menjadi kekalahan WO (Walk Out) 0-3 bagi Senegal di Final Piala afrika 2025. Pembatalan gelar juara tersebut dipicu oleh aksi protes pemain Senegal yang meninggalkan lapangan selama 15 menit sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko di menit terakhir waktu normal.
 
Meski laga akhirnya tetap dilanjutkan, Senegal berhasil memenangkan laga tersebut dengan skor 1-0. Namun, setelah dua bulan pertandingan telah berakhir CAF mengubah hasil pertandingan menjadi kekalahan 0-3 bagi Senegal. Karena dianggap melanggar aturan operasional pertandingan.
 

Baca Juga :

Reaksi Netizen Gelar Senegal Dicabut dan Maroko Juara AFCON 2025, Jujur Janggal!

Dikutip dari ESPN, pihak CAS melalui Direktur Jenderal, Matthieu Reeb, telah mengkonfirmasi bahwa proses formal arbitrase kini tengah dimulai untuk menanggapi gugatan dari FSF. Reeb menegaskan bahwa CAS sangat siap untuk menangani sengketa olahraga internasional yang sensitif ini. "CAS sangat siap untuk menyelesaikan jenis sengketa ini dengan bantuan arbiter ahli dan independen," ujar Reeb,

Saat ini, pihak pengadilan tengah dalam proses pembentukan panel arbitrase khusus untuk meninjau memori banding yang diajukan. Setelah panel tersebut terbentuk, CAS akan menetapkan jadwal persidangan untuk mendengarkan argumen dari pihak FSF dan CAF secara langsung. Proses ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi kedua belah pihak di tengah tekanan publik yang besar.
 
Keputusan akhir dari CAS nantinya akan bersifat inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap bagi status juara Benua Hitam tersebut. Penggemar sepak bola di seluruh Afrika kini menantikan kepastian hukum guna mengakhiri polemik panjang ini. CAS berkomitmen untuk mempercepat proses arbitrase tanpa mengesampingkan hak para pihak untuk mendapatkan persidangan yang adil dan transparan.
 
(Muhammad Zaidan Rizky)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASN Kerja WFH Sehari Dalam Sepekan
• 23 jam lalurealita.co
thumb
2,1 Juta Kendaraan Masuk Jabotabek hingga H+4 Lebaran
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
John Herdman Jelang Debut Sebagai Pelatih Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Target Utama Kami Lolos ke Piala Dunia 2030
• 15 menit lalubola.com
thumb
Sifat Tertutup Mawar de Jongh Jadi Tantangan Bagi Rey Bong saat Proses Syuting
• 13 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Makassar Jadi Pusat Pertemuan Elite di PSBM XXVI
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.