Peran Penting Imam Ghazali dalam Tasawuf

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tasawuf sebagai ilmu mencapai kemapanannya terjadi di tangan Imam al-Ghazali. Abdul Kadir Riyadi dalam buku Arkeologi Tasawuf menjelaskan, sosok yang bergelar Hujjatul Islam (Pembela Islam) itu berhasil menciptakan sayap bagi ilmu ini sehingga mampu terbang lebih tinggi.

“Sayap” yang dibuat al-Ghazali untuk tasawuf ada sepasang, yakni terdiri atas fikih dan filsafat. Adapun "raga"-nya adalah tarekat. "Indra penglihatan"-nya adalah wahyu Illahi. "Kedua telinga"-nya adalah logika penalaran. "Kaki-kakinya yang kokoh" adalah syariat.

Baca Juga
  • Wajah Tua Sebelum Waktunya? Sinar UV Diam-Diam Bisa Merusak Selmu
  • Tak Sekadar Balas Dendam, Ini Makna 'Setiap Darah Ada Diyah' yang Dikatakan Mojtaba Khamenei
  • Veda Ega Pratama, dari Jalanan Berdebu di Gunungkidul ke Podium Dunia

Al-Ghazali menapaki jejak intelektual yang panjang. Mulanya, dia sendiri asyik berfilsafat. Namun, ketika masuk lebih dalam, dia menemukan ada kerancuan di dalam bidang itu sehingga mengoreksi pendapat sejumlah filsuf dalam beberapa poin.

Beberapa di antaranya adalah pendapat para filsuf tentang “keabadian alam". Dalam Tahafutul Falasifa, al-Ghazali mengoreksi argumentasi ini dengan mengingatkan bahwa derajat Allah selalu yang tertinggi. Bahwa tidak ada yang abadi selain Zat Yang Mahatinggi. Allah sudah ada sejak alam belum diciptakan. Jadi, tidak benar jika ada yang berpendapat bahwa alam muncul dengan sendirinya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Al-Ghazali menyatakan, seseorang harus menguasai gagasan para filsuf sebelum menolak ide-ide mereka. Tahafut disusun menjadi 20 bab.

Isi bab tersebut, antara lain, menyangkal doktrin prakeabadian dunia, menyangkal doktrin kekekalan setelah mati, menampilkan dalih atas dua pernyataan; Tuhan pencipta dunia versus dunia adalah ciptaan Tuhan, ketidakmampuan filsuf membuktikan keberadaan Sang Pencipta, menyangkal alasan bahwa langit bergerak, menyangkal doktrin bahwa surga adalah jiwa yang tahu fakta-fakta, dan menyangkal penolakan kebangkitan tubuh dan kenikmatan surga atau penderitaan neraka yang menyertainya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Dukung Purbaya Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun di Himbara dan Bank Jakarta
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Bela Trump, Senator Partai Republik: Serangan ke Iran Justru untuk Mengakhiri Perang
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Rupiah Diproyeksi Melemah Tersulut Skeptisisme Perdamaian di Timur Tengah
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Lanjutkan Pengamanan Arus Balik
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Persib Sowan ke Kedutaan Besar Prancis, Bojan Hodak Berharap Ada Peluang Kolaborasi Besar
• 4 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.