Dampak Perang di Iran, Negara-Negara Afrika Alami Krisis Energi

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran membuat banyak wilayah mengalami kendala dalam pasokan energi. Salah satu yang sudah mengalami krisis adalah negara-negara di Afrika.

Dikutip dari Reuters, Kamis (26/3), salah satu negara tersebut adalah Mauritius yang sejak Rabu sudah memulai langkah pembatasan energi. Saat ini, negara tersebut memang bergantung pada impor bahan bakar minyak.

Menteri Energi Mauritius, Patrick Assirvaden, mengatakan pasokan heavy fuel oil setelah pengiriman yang dijadwalkan tiba pada 21 Maret gagal datang. Dengan begitu, stok energi negara itu hanya tersisa untuk 15 sampai 20 hari.

Sementara itu di Juba yang merupakan ibu kota Sudan Selatan, pembatasan listrik juga sedang dilakukan. Di sana, perusahaan distribusi listrik Juba mulai menerapkan pemadaman listrik bergilir di ibu kota akibat kekurangan pasokan.

Selain Sudan Selatan, Uganda juga menghadapi penurunan stok bahan bakar. Menteri Energi Uganda Ruth Nankabirwa mengatakan dalam video di X bahwa negara itu memiliki stok solar dan bensin masing-masing cukup untuk 21 dan 26 hari. Saat ini, Uganda berencana mencari jalur pasokan alternatif.

Di Kenya, pengecer bahan bakar independen sudah mengatakan bahwa sekitar 20 persen outlet mereka mengalami kekurangan pasokan setelah pemerintah mempertahankan harga BBM di tengah lonjakan harga global.

Menteri Energi Kenya, Opiyo Wandayi mengatakan stok BBM negara itu cukup dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik membeli atau menimbun.

Di Afrika Selatan, lonjakan pembelian bahan bakar terjadi bukan karena kelangkaan pasokan. Pembelian melonjak menjelang kenaikan tajam harga bahan bakar pada April nanti.

Kepala Asosiasi Industri Bahan Bakar Afrika Selatan, Avhapfani Tshifularo mengatakan pengguna besar yang memiliki kapasitas penyimpanan, termasuk petani, melakukan pemesanan dalam jumlah tidak biasa untuk mengantisipasi kenaikan harga. Hal itu menciptakan lonjakan permintaan meskipun pasokan nasional sebenarnya dalam kondisi normal.

Direktur penetapan harga bahan bakar di Kementerian Energi Afrika Selatan, Raphi Maak mengatakan pedagang grosir melaporkan adanya permintaan volume di atas pesanan bulanan normal, terutama untuk solar. Namun ia menegaskan bahwa tidak ada masalah dengan pasokan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembali Dipadati Pemudik, Terminal Tanjung Priok Hadapi Puncak Arus Balik 28 Maret 2026
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Foto: Isak Tangis Pecah Usai Tragedi Bus Terjun ke Sungai di Bangladesh
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Samsung Boyong Awesome Intelligence ke Galaxy A Series: AI Canggih Kini Lebih Inklusif
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bus Bawa 40 Orang Penumpang di Bangladesh Tercebur Ke Sungai | BERITA UTAMA
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Bahlil Beri Sinyal Relaksasi Target Produksi Batu Bara dan Nikel Tahun Ini
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.