Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menekankan pentingnya pengusutan menyeluruh kasus penyiraman air keras, terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia mengingatkan proses hukum harus berjalan transparan dan tidak berhenti pada pelaku di lapangan, meski Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI telah mengundurkan diri.
“Penyelidikan harus terus diungkap, bukan hanya pelaku di lapangan, tetapi juga siapa aktor yang merancang atau berada di balik peristiwa tersebut. Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat,” kata TB Hasanuddin saat dikonfirmasi, Kamis, 26 Maret 2026.
Menurut dia, pengungkapan hingga ke pihak yang bertanggung jawab di balik layar menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, terutama dalam kasus yang menyeret institusi negara.
Di tengah proses tersebut, TB Hasanuddin tetap memberikan penghargaan atas langkah Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang memilih mundur dari jabatannya. Ia menilai keputusan itu mencerminkan sikap tanggung jawab moral seorang pimpinan dan layak menjadi contoh dalam menjaga integritas dan akuntabilitas di lingkungan pejabat publik.
Baca Juga :
Kepala BAIS TNI Mundur, Legislator: Ungkap Aktor di Balik Penyerangan Andrie Yunus“Kita menaruh rasa hormat dan respek atas kebesaran hati KBAIS. Ketika ada bawahannya yang melakukan pelanggaran, atasannya menunjukkan sikap tanggung jawab moral yang tinggi dengan mengundurkan diri. Ini patut kita hargai, ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua,” lanjutnya.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Lebih lanjut, TB Hasanuddin menegaskan DPR akan menjalankan fungsi pengawasan secara optimal, termasuk melalui mekanisme pengawasan intelijen, guna memastikan proses penanganan kasus berlangsung terbuka.
“DPR memiliki peran pengawasan, termasuk melalui tim atau mekanisme pengawasan intelijen yang harus bekerja secara sungguh-sungguh untuk memastikan kasus ini terbuka dan jelas bagi publik,” tutupnya.
Kepala BAIS TNI Letjen Yudi Abrimantyo mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan oknum di institusinya. Kepala Pusat Penerangan TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa penyerahan jabatan telah dilaksanakan pada Rabu, 25 Maret 2026.




