Motor Unik Berhias Rumah Gadang Jadi Perhatian Pemudik di Bakauheni

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Axgeis

TVRINews, Lampung

Di tengah padatnya arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, sebuah sepeda motor dengan tampilan tak biasa sukses mencuri perhatian para pemudik. Kendaraan tersebut dimodifikasi menyerupai rumah gadang, rumah adat khas Minangkabau, lengkap dengan berbagai ornamen hias berbahan limbah dan lampu berwarna-warni.

Sepeda motor unik ini dikendarai oleh Jefri, seorang pemudik asal Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia menempuh perjalanan jauh menuju Bogor bersama istri dan dua anaknya. Yang menarik, keluarga kecil tersebut turut serta dalam perjalanan dengan duduk di dalam miniatur rumah gadang yang dipasang di atas sepeda motor.

Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pemudik yang hendak menyeberang, kehadiran motor ini langsung menjadi pusat perhatian. Banyak penumpang kapal dan pengguna jasa pelabuhan yang berhenti sejenak untuk melihat lebih dekat, bahkan tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan berswafoto.

Jefri mengungkapkan, ide memodifikasi sepeda motor menjadi replika rumah gadang berawal dari kecintaannya terhadap budaya Minangkabau. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda sekaligus memperkenalkan identitas daerahnya kepada masyarakat luas.

“Saya membuat replika rumah gadang ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah Minang,” ujar Jefri kepada tvrinews.com, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, proses pembuatan motor unik tersebut dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana, termasuk limbah bungkus kopi saset yang disusun sedemikian rupa menjadi ornamen menarik. Ditambah dengan lampu hias yang dipasang di berbagai sisi, tampilan motor pun terlihat semakin mencolok, terutama saat malam hari.

Selama perjalanan dari Sumatera Barat menuju Pulau Jawa, Jefri mengaku sering menjadi perhatian masyarakat di sepanjang rute yang dilaluinya. Meski demikian, ia tidak menyangka respons yang diterima di Pelabuhan Bakauheni begitu besar.

“Saya tidak menyangka motor ini bisa menjadi perhatian dan hiburan bagi para pemudik di pelabuhan,” tambahnya.

Keunikan motor tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menghadirkan suasana berbeda di tengah kepadatan arus balik. Bagi sebagian pemudik, kehadiran Jefri dan kendaraannya menjadi hiburan tersendiri setelah menempuh perjalanan panjang.

Selain itu, aksi kreatif ini juga dinilai sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang dikemas secara inovatif. Dengan memadukan unsur tradisional dan kreativitas modern, Jefri berhasil menunjukkan bahwa budaya daerah tetap bisa eksis dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Kehadiran motor berhias rumah gadang ini pun menjadi simbol bahwa kekuatan budaya lokal tidak akan pernah pudar. Justru, dengan cara-cara kreatif seperti ini, budaya dapat terus dikenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas, bahkan di tengah momentum besar seperti arus mudik dan balik Lebaran.

Di tengah padatnya aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat, kisah Jefri menjadi pengingat bahwa perjalanan tidak hanya soal mencapai tujuan, tetapi juga tentang membawa identitas, nilai, dan kebanggaan terhadap budaya asal.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banjir Terjang Kabupaten Pasuruan, 11 Kecamatan Terdampak
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Korlantas Polri Hentikan One Way Nasional Arus Balik, Lalu Lintas Tol Trans Jawa Kembali Normal
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Setelah Kena Hujat, Pria Viral Pemilik 7 SPPG Joget dan Pamer Dapat 6 Juta Minta Maaf
• 23 jam lalunarasi.tv
thumb
Tragedi Kematian Harimau Benggala di Bandung Zoo, DPRD Jabar Desak Perbaikan Tata Kelola
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 3 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.