Pantau - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai anak-anak membutuhkan masa transisi psikologis dari suasana liburan menuju kesiapan kognitif sebelum kembali belajar di sekolah menjelang berakhirnya libur Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menjelang berakhirnya masa libur sekolah Lebaran yang berlangsung selama dua pekan.
Jasra Putra mengingatkan pentingnya masa transisi belajar bagi anak agar tidak mengalami tekanan saat kembali ke rutinitas pendidikan.
"Kami mengingatkan pentingnya masa transisi belajar secara psikologis, bahwa anak-anak membutuhkan fase transisi dari suasana liburan menuju kesiapan kognitif untuk belajar. Kesadaran ini harus menjadi motivasi para pengajar, sebelum anak-anak benar-benar siap memasuki rutinitas sekolah," ungkap Jasra Putra.
Pentingnya Transisi Psikologis Pasca LiburanJasra menjelaskan bahwa mudik tidak hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya yang kuat bagi anak-anak.
Ia menyebut pengalaman mudik sebagai proses yang memperkuat kohesi sosial serta akar identitas budaya anak.
"Anak-anak baru saja menyerap nilai-nilai tradisi, kekerabatan, dan kearifan lokal langsung dari sumbernya. Kekayaan pengalaman empiris ini sangat baik untuk digali menjadi potensi awal pembelajaran, idealnya diakomodasi oleh para guru sebagai bagian dari interaksi di kelas, sehingga anak merasa pengalaman sosialnya dihargai dan relevan dengan lingkungan sekolahnya," kata Jasra Putra.
KPAI menilai pengalaman selama mudik dapat menjadi modal awal dalam proses pembelajaran di kelas jika dimanfaatkan secara tepat.
Metode Pembelajaran untuk Masa TransisiKPAI berharap para guru mampu mengakomodasi pengalaman tersebut agar siswa merasa dihargai dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar.
Sekolah juga diimbau tidak langsung memberikan beban materi yang berat kepada siswa setelah libur panjang.
Jasra menekankan pentingnya menciptakan kondisi belajar yang kondusif melalui pendekatan emosional.
"Prasyarat kondisi yang kondusif harus dibangun melalui konektivitas emosional. Seperti metode belajar reflektif dan metode bercerita mengenai pengalaman mudik di kampung halaman dapat menjadi instrumen transisi yang efektif, sehingga anak-anak bisa masuk kembali ke dunia belajarnya tanpa tekanan," ujar Jasra Putra.
Metode belajar reflektif dan kegiatan bercerita dinilai efektif sebagai sarana transisi dari liburan ke kegiatan belajar di sekolah.
Pemerintah menetapkan jadwal libur Lebaran sekolah bagi jenjang PAUD hingga SMA berlangsung mulai 16 Maret hingga 27 Maret 2026.
Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada Senin, 30 Maret 2026.




