Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM hari ini mengunjungi korban penyerangan aktivis KontraS Andrie Yunus. Dari hasil kunjungan, Komnas HAM mengatakan Andrie harus melalui pemulihan medis hingga 2028.
Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian mengatakan, Andrie telah disiram zat kimia asam kuat yang membuat dirinya menderita luka bakar. Menurutnya, Andrie akan terus menjalankan operasi hingga September 2026.
"Operasi akan terus berlangsung selama 6 bulan dan untuk pulih 100% dari luka bakar akan memakan waktu sampai 2 tahun," kata Saurlin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Kamis (26/3).
Saurlin mengatakan, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Adapun keterangan tersebut didapatkan dari dokter spesialis yang langsung menangani Andrie.
Komnas HAM juga tidak bisa langsung berinteraksi dengan Andrie karena masih dalam perawatan intensif. Namun dokter yang menangani memastikan Andrie juga mendapatkan luka psikologis dari serangan tersebut.
"Maka dari itu diperlukan masa pemulihan 6 bulan sampai 2 tahun atas rekomendasi dokter untuk luka fisik dan nonfisik," kata Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi.
Pramono mengatakan salah satu organ yang menjadi perhatian dokter di RSCM adalah kondisi mata Andrie. Para dokter belum dapat menyimpulkan apakah mata Andrie yang terkena zat kimia asam kuat mengalami pemulihan atau tidak setelah dirawat.
Karena itu, Pramono menyampaikan para dokter belum dapat menyimpulkan apakah Andrie membutuhkan donor mata atau tidak. Saat ini, fokus utama RSCM dalam perawatan Andrie adalah stabilitas kesehatan.
"Kami melihat sudah sangat baik perawatan pada Andrie karena sangat intensif. Namun kami belum bisa menyimpulkan kondisi matanya," katanya.
Andrie telah dirawat sejak Senin (23/3). Selama observasi, Andrie menderita kekurangan aliran darah pada area bawah bola mata kanan sekitar 40%.
Adapun Andrie telah menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik pada Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB. Tindakan tersebut bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukun penyembuhan yang lebih optimal.
"Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut," seperti tertulis dalam keterangan resmi RSCM, Rabu (25/3).




