Anggota DPR: WFH demi efisiensi BBM jangan justru kontraproduktif

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mengemukakan bahwa wacana kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) demi efisiensi stok bahan bakar minyak di tengah dinamika global, jangan sampai justru membuat situasi yang kontraproduktif.

Dalam praktiknya, Romy mengatakan WFH sering membuat proses kerja menjadi kurang cepat. Pengambilan keputusan dalam birokrasi menjadi lebih lambat, koordinasi tidak seefektif tatap muka, hingga sering kali terjadi fragmentasi komunikasi.

"Kita tidak boleh mengabaikan aspek kinerja birokrasi dan dunia kerja secara umum," kata Romy di Jakarta, Kamis.

Selain itu, menurut dia, WFH juga membuat "sentuhan" orang menjadi hilang. Interaksi langsung bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan fondasi dari trust, leadership presence, dan soliditas tim.

"Ketika interaksi ini berkurang maka yang muncul adalah pola kerja yang cenderung mekanistis dan kurang memiliki kedalaman kolaborasi," katanya.

Untuk itu, Romy mendorong beberapa prinsip harus dijaga jika WFH diterapkan, yaitu penentuan hari yang netral seperti pertengahan pekan untuk menghindari anggapan menjadi libur panjang, penguatan sistem kontrol kinerja berbasis dampak, dan standardisasi komunikasi serta koordinasi yang efektif.

Baca juga: Anggota DPR: Wacana WFH untuk ASN harus tetap jamin pelayanan publik

"Kebijakan WFH ini juga perlu mengkaji pengecualian untuk sektor pelayanan publik strategis maupun perusahaan swasta, yang membutuhkan kehadiran fisik dan interaksi langsung," katanya.

Romy juga menekankan bahwa kebijakan publik harus selalu mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi dan kualitas. Jangan sampai upaya menghemat BBM justru dibayar dengan menurunnya produktivitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan wacana bekerja dari rumah (work from home/WFH) diusulkan akan dilakukan sehari dalam sepekan meski finalisasi keputusan menunggu arahan Presiden.

Tito menegaskan bahwa skema WFH yang dilakukan bukanlah suatu hal yang baru, mengingat sebelumnya pola kerja yang sama dilakukan saat pandemi COVID-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah menyatakan kebijakan ini berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta.

Baca juga: Mendagri: Skema WFH diusulkan dilakukan sehari dalam sepekan

Baca juga: Pemprov DKI siap ikuti arahan pemerintah pusat soal kebijakan WFH


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Polri Hentikan One Way Nasional Arus Balik, Lalu Lintas Tol Trans Jawa Kembali Normal
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Calon Mahasiswa Wajib Tahu! Ini Daftar UKT Unair Jalur SNBP dan SNBT 2026
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Arus Balik di Lingkar Gentong, 61 Ribu Kendaraan Tinggalkan Tasikmalaya
• 3 jam laluokezone.com
thumb
3 Kabar Baik untuk Timnas Italia Jelang Hadapi Irlandia Utara di Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahas Rencana Strategis Pertanian, Bupati Sidrap SAR dan Aksa Mahmud Berdiskusi Dua Jam
• 3 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.