Kompor Listrik Jadi Solusi Menghemat di Tengah Tantangan Energi Dunia

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pengguna kompor induksi, Andi Arif, menilai efisiensi biaya operasional dan kemudahan fitur teknologi pemanas elektrik menjadi solusi nyata bagi rumah tangga di tengah tantangan lonjakan harga energi dunia.
 
"Dari sisi operasional, Andi mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30 ribu per bulan," ungkap Andi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 26 Maret 2026.
 
Andi menjelaskan investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang fluktuatif, pengguna juga tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru. Berdasarkan perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tersebut sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang saat ini terus merangkak naik.
 
Senada dengan hal tersebut, pelaku UMKM katering rumahan, Siti Sarah (45), merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usahanya.
 
Menurut dia, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan atau cuan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG.
 
"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah, sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.
  Baca juga: Kendaraan dan Kompor Listrik Jadi Kunci Pangkas Ketergantungan Impor Energi

(Ilustrasi kompor listrik. Foto: dok Modena Indonesia)
  Jaga stabilitas ekonomi rumah tangga  
Pengguna lainnya, Hevy Prasmawati (31), seorang ibu rumah tangga, turut merasakan keunggulan kompor listrik yang menghadirkan panas lebih stabil dan merata pada masakan. Hasil masakan pun menjadi lebih presisi.
 
Selain itu, Hevy juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang memberikan kemudahan sekaligus rasa aman lebih bagi penghuni rumah.
 
Hevy menambahkan penggunaan alat masak berbahan komposit yang dirancang khusus untuk induksi menjadi kunci utama untuk mendapatkan hasil maksimal. Meski perangkat ini memiliki daya sekitar 1.300 watt, penggunaan alat masak yang tepat justru mempercepat proses pematangan sehingga konsumsi daya tetap terkendali secara efektif.
 
Dengan segala kemudahan dan penghematan biaya jangka panjangnya, transisi ke perangkat memasak elektrik kini dipandang bukan sekadar tren gaya hidup, melainkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
 
"Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia," pungkas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump tolak usulan Netanyahu mendorong aksi protes di Iran pekan lalu
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bergerak Tak Wajar, Saham DGWG Masuk Pengawasan Bursa
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
OJK dan Bareskrim Polri Tangkap Tersangka Tindak Pidana Perbankan di Stasiun Gambir
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemerintah Targetkan Pengenaan Bea Keluar Batu Bara Mulai Berlaku 1 April 2026
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.