Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), kembali melontarkan kritik tajam terhadap sekutu negaranya di aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Trump menyebut negara-negara anggota NATO “tidak melakukan apa pun” untuk membantunya melawan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, pada Kamis (26/3/2026) waktu setempat. Dia bahkan menyebut Iran sebagai “negara gila yang kini telah dilemahkan secara militer”.
“Amerika Serikat tidak membutuhkan apa pun dari NATO, tetapi ‘jangan pernah lupakan’ momen yang sangat penting ini,” tulis Trump seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump juga mendesak negara sekutu maupun rivalnya, termasuk China, untuk turut membantu mengamankan Selat Hormuz.
Jalur strategis tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia, yang belakangan terganggu akibat konflik dan memicu lonjakan harga minyak global.
Namun, sejumlah negara Eropa menolak ajakan tersebut. Mereka menilai konflik dengan Iran merupakan perang yang dipicu oleh kebijakan Trump sendiri, tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan para sekutunya.
Trump sebelumnya juga berulang kali menegaskan AS tidak membutuhkan NATO. Ia bahkan menyebut sikap aliansi tersebut sebagai “kesalahan yang sangat bodoh”.
Meski demikian, Trump mengatakan saat ini belum ada rencana konkret untuk menarik AS keluar dari NATO. Namun, dia membuka kemungkinan tersebut sebagai opsi yang layak dipertimbangkan.
Kekesalan Trump terhadap NATO bukan hal baru. Pada masa jabatan pertamanya, dia juga kerap meremehkan peran aliansi militer tersebut, bahkan sempat mempertimbangkan penarikan AS dari kerja sama pertahanan yang telah terbentuk sejak pascaera Perang Dunia II.(bil/rid)




