TABLOIDBINTANG.COM - Memasuki tahun 2026, industri musik Indonesia disebut tengah berada di titik paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diungkap oleh Debby Lufiasita, produser musik sekaligus pendiri Nueve Records.
Menurutnya, tahun ini bukan sekadar awal baru, tapi bisa jadi momentum “era keemasan” bagi musisi Tanah Air untuk bersinar hingga ke panggung global.
“2026 harusnya jadi tahun penuh kolaborasi dan inovasi tanpa batas,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Debby melihat ekosistem musik Indonesia kini jauh lebih matang. Perkembangan teknologi dan kemudahan distribusi digital membuat musisi independen punya peluang yang sama besar untuk dikenal luas.
Salah satu perubahan paling mencolok, menurutnya, adalah semakin cairnya batas antar genre musik. Kini, tak ada lagi sekat kaku antara pop, indie, hingga elektronik.
“Sekarang semuanya melebur. Musisi lebih berani bereksperimen, dan audiens juga semakin terbuka menghargai orisinalitas,” jelasnya.
Lewat labelnya, Nueve Records, Lufiasita aktif mendorong talenta muda untuk berani menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern. Tren ini bahkan disebutnya sedang diminati pasar internasional.
Konsisten Menjaga Kualitas
Tak hanya soal kreativitas, Lufiasita juga menyoroti peran teknologi seperti AI yang semakin berkembang dalam industri musik.
Menurutnya, kehadiran teknologi justru memberi dampak positif, terutama dalam hal transparansi royalti dan perlindungan hak cipta.
“Teknologi bukan ancaman, tapi alat. Bahkan musisi dari daerah pun sekarang punya peluang viral sampai mancanegara,” katanya optimistis.
Namun bagi Lufiasita, kesuksesan musik tak melulu soal angka streaming. Ia menekankan pentingnya ekosistem yang sehat, di mana para pelaku industri bisa saling mendukung.
Ia berharap musisi senior dan pendatang baru bisa lebih terbuka untuk berbagi ilmu, demi menciptakan industri yang kuat dan berkelanjutan.
“Musik Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan memimpin tren di Asia,” tegasnya.
Menariknya, Lufiasita juga membocorkan tengah menyiapkan sejumlah proyek spesial di 2026. Rilisan tersebut disebut akan melibatkan kolaborasi lintas disiplin, membuktikan bahwa musik bisa jadi medium kuat untuk menyampaikan pesan positif.
“Tahun 2026 adalah tentang harapan. Kita punya talenta, teknologi, dan pasar. Tinggal bagaimana kita konsisten menjaga kualitas,” pungkasnya.



