Dari Bekasi, Roni Datang Menjaring Ikan di TPU Semper yang Terendam Banjir

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah genangan banjir yang menutup area pemakaman TPU Budi Dharma Semper, Cilincing, Jakarta Utara, seorang pria tampak jongkok di tepi air, merapikan jaring sepanjang sekitar 15 meter.

Pria itu adalah Roni (27), warga Kranji, Bekasi, yang sengaja datang ke lokasi untuk menjaring ikan di area pemakaman yang terendam banjir.

Ia mengaku mendapat informasi dari rekannya bahwa banyak ikan masuk ke kawasan tersebut saat banjir melanda.

“Saya dari pukul 09.00 WIB. Tadi sih dapat, tapi sudah dibawa, 16 ikan,” ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Berkah Peziarah di TPU Semper: Pedagang Bunga Musiman hingga Jasa Penutup Motor

Roni mengatakan, ikan yang diperoleh berjenis mujair dengan ukuran sedang. Menurutnya, ikan-ikan tersebut berasal dari kolam pemancingan di sekitar lokasi yang meluap saat banjir.

“Di belakangnya (TPU Semper) ada pemancingan limpasan. Kalau banjir, luber ke sini,” ucapnya.

Ia tidak setiap hari datang ke lokasi tersebut. Biasanya, Roni menjaring ikan sekitar dua kali dalam sepekan, tergantung waktu luang.

Hasil tangkapannya pun bukan untuk dijual, melainkan dikonsumsi sendiri.

“Buat makan aja, digoreng,” katanya.

Baca juga: Cerita Sukirno Tawarkan Jasa Doa di TPU Semper, Upaya Bertahan Hidup pada Usia Senja

Saat berbincang, Roni sempat membuka bajunya lalu turun ke dalam genangan. Ia menyingkirkan tanaman kangkung yang menghalangi jalur jaringnya.

Meski berada di area pemakaman yang tergenang, ia mengaku tidak merasa khawatir.

Ia juga menambahkan, ketika air mulai surut, warga biasanya akan datang beramai-ramai untuk menangkap ikan di lokasi tersebut.

“Kalau surut ya sudah, diambilin lagi ikannya rame-rame,” tambahnya.

Baca juga: Jasa Penutup Motor di TPU Semper Raup Rp 200.000 per Hari Saat Lebaran

Banjir Berulang

Kepala Satuan Pelaksana TPU Semper, Sukino, menyebut banjir di kawasan tersebut mulai terjadi sejak Januari 2026 dan hingga kini belum sepenuhnya surut.

Menurut dia, kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta posisi area pemakaman yang lebih rendah dibandingkan jalan di sekitarnya.

“Banjir mulai Januari 2026. Penyebab utama karena area lebih rendah dari jalan sekitar satu meter. Saluran juga kurang maksimal,” ujarnya.

Persoalan banjir di TPU Semper sendiri bukan hal baru. Dari tahun ke tahun, kawasan ini kerap menjadi langganan genangan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain faktor drainase yang kurang optimal, lokasi yang berada di dataran rendah membuat TPU ini menjadi titik limpasan air dari wilayah sekitarnya, terutama saat cuaca ekstrem melanda Jakarta.

Kondisi tersebut membuat area pemakaman kerap tergenang dalam waktu lama dan menyulitkan aktivitas warga, bahkan mengubah fungsi ruang menjadi tak semestinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
CAS Terima Banding Senegal usai Gelar Juara Piala Afrika 2025 Dicabut, Kapan Sidang Dimulai?
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Jasa Marga: 278 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat Lebaran 2026
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Diskon Tarif Tol Urai Kepadatan Arus Balik
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemprov DKI Bakal Terapkan Kebijakan WFH Sesuai Arahan Pemerintah Pusat
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Meta-YouTube Kalah di AS, Komisi I DPR: RI Harus Perkuat Pengawasan Medsos
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.