Pelindo Sinergi Lokaseva Budayakan Inovasi untuk Perkuat Kinerja Berkelanjutan Lewat Program SPRINT

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan melalui penyelenggaraan ajang adu inovasi, SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025, yang mengusung tema “Ideas Built into Action”. Program SPRINT merupakan agenda tahunan perusahaan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif yang dapat diimplementasikan serta memberikan dampak nyata bagi perusahaan. 

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, menegaskan bahwa SPRINT merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menumbuhkan budaya inovasi yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk sehingga diharapkan dapat menjadi penguatan daya saing serta engine of growth Perusahaan kedepan.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis serta pengembangan layanan/produk. Kami berharap lahir ide-ide yang semakin kreatif dan aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis, peningkatan efisiensi operasional maupun penguatan layanan. Setiap inovasi tersebut akan menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ungkap Retno.

Inovasi Pekerja Jadi Katalisator Pertumbuhan

SPRINT 2025 mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari pekerja. Sepanjang pelaksanaan program, sebanyak 126 ide inovasi terkumpul dari SPSL dan Anak serta cucu Perusahaan. Dari ratusan ide tersebut, sebanyak 16 ide terbaik terpilih melaju ke tahap final pitching untuk dinilai oleh jajaran Direksi dan awarding yang diselenggarakan pada 4 Maret 2026 lalu.

Pada SPRINT 2025, kompetisi inovasi dibagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menjaring gagasan inovatif yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki potensi implementasi serta mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kinerja operasional maupun pengembangan bisnis Perusahaan secara berkelanjutan.

Retno menjelaskan, dari tiga kategori tersebut, dua di antaranya merupakan kategori baru yang diperkenalkan pada penyelenggaraan SPRINT tahun ini, yaitu Innovation Ideation Operational Category dan Innovation Implementation Category. Innovation Ideation Operational Category difokuskan untuk mendorong ide-ide inovasi yang dapat meningkatkan layanan operasional sekaligus mendukung transformasi bisnis. Sementara untuk Innovation Implementation Category bertujuan mendorong implementasi inovasi secara mandiri dalam bentuk improvement maupun quick win di masing-masing unit kerja.

“Memasuki penyelenggaraan yang keempat, SPRINT menjadi ruang bagi para pekerja untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat dikembangkan hingga tahap implementasi. Melalui program ini, kami mendorong terwujudnya continuous improvement yang mampu mendukung peningkatan efisiensi operasional, kualitas layanan, serta pengembangan bisnis perusahaan. Ke depan, kami berharap SPRINT dapat memperkuat budaya inovasi yang semakin matang dan berkelanjutan di lingkungan SPSL,” tambahnya.

Komitmen manajemen terhadap program SPRINT diwujudkan melalui pendampingan dan pemantauan langsung terhadap sejumlah ide terpilih agar dapat dikembangkan dan diimplementasikan, baik di lingkungan SPSL maupun di seluruh anak dan cucu perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Bidang SDM, yaitu pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Perusahaan meyakini bahwa SDM merupakan kunci keberhasilan transformasi sekaligus penggerak pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada rangkaian puncak kegiatan SPRINT 2025, SPSL juga menghadirkan Sprint Talk dengan narasumber yang berpengalaman di bidang Digital Business agar para peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya inovasi, adaptasi teknologi, serta pengembangan ekosistem digital dalam menghadapi dinamika bisnis yang semakin kompetitif.

"Ke depan, program SPRINT diharapkan dapat semakin memperkuat budaya inovasi sekaligus mendukung transformasi bisnis perusahaan menuju Perusahaan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam pengelolaan layanan pendukung kepelabuhanan dan pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan Pelabuhan," pungkas Retno.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Negara Darurat Energi, Tetangga RI Resmi Borong Minyak Rusia
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jasa Marga Imbau Pemudik Manfaatkan Diskon Tarif Tol untuk Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran 2026
• 17 jam lalupantau.com
thumb
110 Nama Bayi Bermakna Laut yang Indah dan Menenangkan
• 12 jam lalutheasianparent.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 17 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Fenomena Astronomi April 2026, Ada Pink Moon dan Hujan Meteor
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.