JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyoroti tingginya harga obat dan layanan kesehatan di Indonesia yang dinilai masih lebih mahal dibandingkan Malaysia.
Kondisi ini dinilai menjadi salah satu pemicu masyarakat memilih berobat ke luar negeri.
BACA JUGA:Terungkap, Ini Alasan Veda Ega Pratama Tidak Selebrasi Anggur Sampanye di Brasil, Haram!
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk membenahi sistem harga obat, alat kesehatan, serta layanan medis agar lebih terjangkau dan kompetitif.
Kita akan mengeluarkan regulasi-regulasi untuk memastikan sistem harga obat di Indonesia, termasuk alat kesehatan dan layanan kesehatan, bisa menjadi lebih baik,” ujar Budi, di Jakarta, baru-baru ini.
Budi, menambahkan salah satu persoalan utama adalah belum adanya transparansi harga di fasilitas kesehatan.
BACA JUGA:PM Malaysia Anwar Ibrahim Temui Prabowo Bahas Perang AS-Israel vs Iran, 6 Ruas Jalan Bakal Ditutup
Hal ini membuat masyarakat kesulitan membandingkan biaya layanan antar rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta.
Transparansi harga itu harus terjadi. Jadi kita tahu harga obat di rumah sakit A berapa, rumah sakit B berapa, bahkan bisa dibandingkan dengan Malaysia,” jelasnya.
Selain harga obat, pemerintah juga akan membuka informasi biaya layanan kesehatan secara lebih luas.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perbedaan tarif antar fasilitas kesehatan dan menentukan pilihan sesuai kebutuhan.
BACA JUGA:Dua WN Liberia Dibekuk di Meruya, Hobi Nipu dengan Modus 'Black Dollar'
Kalau harga bensin atau minuman bisa dilihat di mana-mana, layanan kesehatan juga harus begitu. Masyarakat jadi bisa memilih sesuai harga dan kualitas,” kata Budi.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap tercipta persaingan yang sehat antar rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.
Transparansi dinilai akan mendorong efisiensi sehingga harga obat dan layanan medis dapat ditekan.
- 1
- 2
- »





