Jakarta, tvOnenews.com - Petinju asal Amerika Serikat, Shakur Stevenson mengungkapkan penyesalannya terkait pertarungan yang tak pernah terwujud melawan legenda tinju asal Ukraina, Vasiliy Lomachenko.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Shakur Stevenson (25-0, 11 KO) dalam wawancaranya di The Joe Rogan Experience. Saat itu petinju muda tersebut mengungkapkan sejumlah perjalanan kariernya di dunia tinju.
Salah satunya ialah Shakur Stevenson mengaku bahwa dirinya pernah memiliki pengalaman berharga saat menjalani sesi sparring dengan Vasiliy Lomachenko (18-3, 12 KO) di awal karier profesionalnya, sekitar tahun 2017.
Saat itu Vasiliy Lomachenko tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Guillermo Rigondeaux, dan Stevenson mendapat kesempatan langka untuk menguji kemampuan melawan salah satu petinju terbaik dunia.
Stevenson mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut justru memberikan dampak yang cukup besar terhadap kariernya saat ini. Ia merasa bahwa sesi sparring itu secara tak langsung membuat banyak petinju lain enggan menghadapi dirinya di atas ring tinju.
“Saya merugikan diri sendiri. Saya mengerti kenapa banyak petinju tidak mau melawan saya. Banyak dari mereka sudah pernah sparring dengan saya,” kata Shakur Stevenson, dilansir dari Ring Magazine.
Lebih lanjut Stevenson menjelaskan bahwa pada awalnya ia tidak pernah membayangkan akan menghadapi Lomachenko dalam pertarungan resmi.
Saat itu, ia hanya ingin belajar dan mengukur kemampuan dirinya melawan petinju yang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia, bahkan sempat menyandang status pound-for-pound nomor satu.
Kemudian saat sesi sparring tersebut, Stevenson merasa mampu bersaing secara teknik. Bahkan, ia mengklaim bisa mengungguli Lomachenko dalam beberapa aspek seperti kecepatan dan jangkauan. Namun, keunggulan fisik dan stamina menjadi pembeda yang signifikan.
Pada sesi pertama yang berlangsung selama enam ronde, Stevenson merasa cukup mampu mengimbangi permainan Lomachenko. Namun, di sesi berikutnya yang berlangsung hingga 12 ronde, ia mulai merasakan tekanan, terutama di empat ronde terakhir ketika Lomachenko meningkatkan tempo pertarungan.
“Itu pasti karena kelelahan. Secara skill, saya merasa saya petinju yang lebih baik,” tambahnya.
Kini, Stevenson telah berkembang menjadi salah satu bintang besar di dunia tinju. Meski demikian, duel tinju dunia melawan Lomachenko tetap menjadi salah satu duel impian yang belum terwujud.




