Jakarta, VIVA – Nama Marshanda kembali menjadi perbincangan setelah putrinya, Sienna Kasyafani, tampil tanpa hijab dalam unggahan terbarunya di media sosial. Perubahan tersebut memicu berbagai spekulasi, termasuk tudingan bahwa keputusan Sienna dipengaruhi oleh sang ibu, terutama setelah diketahui kini mereka tinggal bersama.
Menanggapi hal tersebut, Marshanda akhirnya buka suara. Ia memberikan klarifikasi panjang yang menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki peran dalam keputusan spiritual yang diambil putrinya. Bagi Marshanda, pilihan hidup seseorang, termasuk soal keyakinan dan cara beribadah, adalah hal yang sangat personal. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Kalau jalan-Nya Sienna pakai hijab lagi atau tidak, itu di luar pengaruh dan kuasa saya. Arogan sekali, kalau saya merasa berhak dan bisa atur takdir Sienna lebih dari Allah SWT bisa melakukannya," tulis Marshanda di Instagram, dikutip Jumat 27 Maret 2026.
Pernyataan tersebut menjadi jawaban tegas atas asumsi yang berkembang di kalangan warganet. Marshanda menilai, akan menjadi sikap yang tidak tepat jika dirinya merasa bisa menentukan arah hidup sang anak, apalagi dalam hal yang bersifat spiritual.
Lebih jauh, mantan istri Ben Kasyafani ini juga menegaskan batasannya sebagai orang tua. Ia mengaku tidak ingin memaksakan nilai atau pilihan tertentu kepada Sienna, termasuk dalam urusan berhijab.
"Bukan tempatnya saya mempengaruhi pilihan hidup Sienna," lanjutnya.
Dalam sudut pandangnya, peran orang tua bukanlah mengendalikan, melainkan mendampingi. Marshanda justru berharap putrinya tumbuh dengan kesadaran penuh atas jati dirinya, bukan karena tekanan atau keinginan untuk menyenangkan orang lain, termasuk orang tua sendiri.
"Sebagai orangtua, jangan sampai anakku Sienna ambil jalan hidup hanya untuk menyenangkan Ibunya atau Ayahnya. Saat dewasa, doaku adalah agar Sienna hidup mengenal true selfnya," ungkap Marshanda penuh harap.
Ia juga menekankan bahwa fase yang sedang dijalani Sienna saat ini hanyalah bagian kecil dari perjalanan panjang kehidupan. Karena itu, Marshanda memilih untuk melihatnya sebagai proses yang wajar dalam pencarian jati diri seorang remaja.
Alih-alih menghakimi, perempuan berusia 36 tahun tersebut justru menunjukkan sikap penerimaan. Ia menegaskan bahwa cintanya kepada sang anak tidak bergantung pada pilihan apa pun yang diambil.





