Sektor Pariwisata Jateng Ketiban Tuah Lebaran

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah mencatatkan performa positif sepanjang momentum libur Lebaran 2026. Arus mudik dan balik tahun ini tidak hanya menjadi fenomena mobilitas penduduk, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang signifikan melalui lonjakan kunjungan wisatawan dan peningkatan omzet pelaku usaha lokal.

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah melaporkan kenaikan volume kunjungan wisatawan yang cukup stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, mengungkapkan bahwa tren positif ini terlihat dari akumulasi data sejak periode pra-Lebaran hingga masa arus balik.

"Pada libur Lebaran tahun 2026 ini hingga 25/03/2026 mencapai 687.470 kunjungan. Angka tersebut naik 5,25% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 653.178 kunjungan," kata Hanung pada Kamis (26/3/2026).

Disbudparekraf Jateng mencatat sembilan lokasi pantauan utama atau proxy yang menjadi indikator pertumbuhan ini. Kota Lama Semarang menempati urutan tertinggi dengan total kunjungan mencapai 222.856 orang, disusul oleh Masjid Agung Demak dengan 124.363 orang, dan Candi Prambanan sebanyak 94.858 orang. Destinasi lain seperti Candi Borobudur, Owabong Purbalingga, Baturraden Banyumas, Guci Tegal, Pantai Menganti Kebumen, dan Makam Sunan Kalijaga juga mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan.

Hanung menjelaskan bahwa preferensi wisatawan pada tahun ini menunjukkan sedikit pergeseran. Destinasi berbasis kawasan urban dan ikon budaya lebih diminati dibandingkan wisata alam murni. Fenomena ini dipicu oleh tren visual tourism, yakni kecenderungan wisatawan mencari lokasi yang menarik untuk dokumentasi media sosial. “Terjadi pergeseran dari wisata alam ke wisata urban dan ikon destinasi. Selain itu, wisatawan juga lebih mencari pengalaman yang kuat secara visual,” jelas Hanung.

Lonjakan kunjungan wisata ini berdampak langsung pada sektor penunjang seperti kuliner. Di jalur strategis Exit Tol Salatiga, pelaku usaha melaporkan kenaikan omzet hingga dua kali lipat. Sapta Aprilia, pengelola Rumah Makan Ayam Goreng Bu Toha cabang Tuntang, mengonfirmasi lonjakan tersebut sejak arus balik dimulai. “Peningkatannya bisa dibilang drastis, ada sekitar 100%,” ungkapnya.

Baca Juga

  • Bank Jateng Berangkatkan Ribuan Pemudik Lewat Program Mudik Gratis 2026
  • BI Gelar Pusaka Jateng untuk Gali Sumber Ekonomi Baru
  • Ahmad Luthfi Siap Gelar Karpet Merah untuk Investor Industri Padat Karya di Jateng

Tingginya permintaan bahkan memaksa pengelola untuk menambah tenaga kerja harian guna menjaga kualitas pelayanan. Fenomena serupa dialami Harnanto, pedagang mie ayam dan bakso di Jalan Raya Semarang–Solo KM 30. 25 Kilogram mie per hari bisa dihabiskan sepanjang musim Lebaran, melonjak dari rata-rata hari biasa yang hanya 5-7 kilogram.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya telah menekankan pentingnya menangkap peluang ekonomi dari pergerakan jutaan pemudik. Menurutnya, Jawa Tengah sebagai titik sentral di Pulau Jawa harus mampu menyajikan infrastruktur dan layanan UMKM yang prima di titik strategis.

“Jawa Tengah itu sentralnya Jawa. Kami siapkan infrastruktur hingga UMKM di tempat strategis agar kebutuhan dasar pemudik terlayani. Silakan belanjakan uang saku di Jawa Tengah,” jelas Luthfi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sifat Tertutup Mawar de Jongh Jadi Tantangan Bagi Rey Bong saat Proses Syuting
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Ekonomi RI Ngebut Saat Lebaran 2026, Uang Rp1.370 Triliun Berputar
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Persib Sowan ke Kedutaan Besar Prancis, Bojan Hodak Berharap Ada Peluang Kolaborasi Besar
• 9 jam lalubola.com
thumb
Gabriel Sara Terharu Perdana Dipanggil Timnas Brasil
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indef Tegaskan Stok dan Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga Pangan Pascale baran 2026
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.