Jakarta: Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyorot paparan TNI dalam konferensi pers. Yakni, terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Paparan dinilai belum menyentuh substansi utama perkara.
Dalam keterangannya, TAUD menyoroti minimnya informasi perkembangan penyidikan yang disampaikan kepada publik, termasuk terkait pengungkapan pelaku dan konstruksi peristiwa.
“Kami menilai bahwa seluruh pembahasan dalam konferensi pers tersebut belum menyentuh substansi utama persoalan terkait penyiraman air keras kepada Andrie Yunus,” kata perwakilan TAUD sekaligus anggota KontraS Jane Rosaline, dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Maret 2026.
Selain itu, mereka menilai tidak ada penjelasan memadai mengenai koordinasi penanganan perkara. Termasuk, langkah konkret dalam mengungkap aktor di balik peristiwa tersebut.
Baca Juga :
TB Hasanuddin Respek Pengunduran Diri Kepala BAISTAUD menekankan bahwa publik hingga kini masih menunggu kejelasan terkait pertanggungjawaban. Sekaligus, kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di luar pelaku lapangan.
Pihaknya juga menyayangkan karena tidak terdapat informasi perkembangan koordinasi penyidikan dan langkah-langkah kemajuan. Terutama, untuk pengungkapan dan bagaimana pertanggung jawaban komando dan rantai perintah.
"Dalam upaya pembunuhan terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus,” kata Jane.
Koordinator KontraS Andrie Yunus. Foto: Metro TV/Fachri
TAUD mengungkap dugaan jumlah pelaku lebih dari yang telah disampaikan aparat. Hal ini dinilai membuka kemungkinan adanya operasi yang lebih terstruktur, termasuk dugaan keterlibatan atasan dalam rantai komando.
Situasi tersebut, menurut mereka, menuntut pengungkapan yang lebih transparan dan komprehensif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. TAUD menegaskan, kejelasan penanganan perkara menjadi kunci untuk memastikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses hukum yang berjalan.




