Perseteruan panjang antara Ador dan kubu mantan personel NewJeans kembali memasuki babak baru. Sidang gugatan ganti rugi yang diajukan Ador, anak usaha HYBE Labels, terhadap Danielle serta mantan CEO Ador, Min Hee-jin, resmi dibuka, Kamis (26/3).
Perkara ini menegaskan bahwa konflik internal yang meledak sejak 2024 masih jauh dari kata selesai.
Ador sebelumnya menggugat Danielle, ibunya, dan Min Hee-jin pada Desember tahun lalu. Perusahaan menuntut ganti rugi sebesar 43,1 miliar won atau sekitar US$28,6 juta, dengan tuduhan bahwa pihak-pihak tersebut menyebabkan tertundanya kelanjutan aktivitas NewJeans.
Baca juga : Min Hee Jin Tawarkan Damai Rp300 Miliar ke HYBE, Akhiri Konflik NewJeans?
Dalam sidang pendahuluan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, kedua kubu langsung bersitegang, terutama soal arah dan kecepatan proses hukum.
Pihak Danielle menuduh Ador sengaja memperpanjang perkara. Mereka menekankan bahwa Danielle saat ini berada di fase paling penting dalam kariernya sebagai idola.
“Danielle adalah seorang idol, dan ini adalah masa paling gemilang dalam kariernya,” ujar tim kuasa hukumnya.
Baca juga : Alasan ADOR Putus Kontrak Danielle NewJeans: Ada Pelanggaran Serius
Mereka juga menyoroti keputusan Ador ikut menggugat ibu Danielle.
“Jika gugatan ini terus berlarut-larut, Danielle pasti akan dirugikan. Sebagai agensi hiburan, Ador sangat memahami hal itu.”
Namun Ador menolak tudingan tersebut. Kuasa hukum perusahaan menegaskan bahwa gugatan ini semata menyangkut ganti rugi dan penalti, bukan upaya untuk menghalangi Danielle berkarier. Meski begitu, pihak Danielle membalas bahwa setiap langkah sang idol untuk kembali beraktivitas tetap berpotensi digugat atau dipersoalkan oleh Ador.
Akar KonflikKasus ini merupakan lanjutan dari konflik besar yang bermula pada November 2024. Saat itu, lima anggota NewJeans menuntut agar Min Hee-jin dikembalikan sebagai CEO Ador, setelah ia dicopot dari jabatannya pada Agustus di tengah bentrokan terbuka dengan HYBE.
Ketika permintaan itu ditolak, para member NewJeans secara mengejutkan mengumumkan bahwa kontrak mereka telah berakhir, dengan alasan Ador dianggap melanggar kewajibannya sebagai agensi.
Ador tak tinggal diam. Pada Desember, perusahaan mengajukan gugatan untuk memastikan keabsahan kontrak para member. Pengadilan kemudian memenangkan Ador, memperkuat posisi perusahaan dalam sengketa tersebut.
Setelah putusan itu, Haerin dan Hyein disebut telah menyatakan kembali ke Ador, disusul Hanni tak lama kemudian. Sementara Minji masih dalam tahap pembicaraan, Danielle justru menjadi satu-satunya member yang dipisahkan secara tegas oleh Ador melalui pemberitahuan pemutusan kontrak, dan kini menjadi target utama dalam gugatan ganti rugi.
Isyarat DamaiMeski tensi sidang cukup tinggi, kedua pihak sempat menyinggung kemungkinan penyelesaian damai.
Tim kuasa hukum Ador menyebut pintu perdamaian belum sepenuhnya tertutup. Menurut mereka, mediasi dan upaya saling memahami adalah bagian yang wajar dalam proses litigasi.
Namun pihak Danielle menanggapi dingin. Mereka menilai sulit membayangkan adanya kompromi, apalagi setelah Danielle diperlakukan berbeda dari anggota lain dan dihadapkan pada tuntutan penalti dalam jumlah fantastis.
Dengan kata lain, wacana damai memang muncul di ruang sidang, tetapi kepercayaan antara kedua pihak tampaknya masih sangat tipis.
Perang Hukum yang Lebih BesarPerkara ini hanyalah satu dari serangkaian pertarungan hukum yang lahir dari konflik HYBE versus Min Hee-jin.
Pada Februari lalu, pengadilan Seoul dalam putusan tingkat pertama memutuskan bahwa Min berhak menerima sekitar 25,6 miliar won dari HYBE dalam perkara gabungan terkait penghentian perjanjian pemegang saham dan klaim harga pembelian sahamnya.
Usai putusan tersebut, Min bahkan mengusulkan untuk melepaskan hak pembelian sahamnya demi membuka jalan menuju penyelesaian menyeluruh yang memungkinkan NewJeans melanjutkan aktivitas mereka tanpa beban konflik berkepanjangan. Hingga kini, HYBE belum memberikan tanggapan publik atas tawaran itu.
Dengan dimulainya sidang ini, publik Korea kembali disuguhkan drama hukum yang tak hanya menyangkut kontrak dan uang, tetapi juga masa depan salah satu nama terbesar di industri K-pop generasi terbaru.
Sidang penuh pertama untuk gugatan ganti rugi ini dijadwalkan berlangsung pada 14 Mei. Sampai saat itu, satu hal tampak semakin jelas: konflik antara Ador, HYBE, Danielle, dan Min Hee-jin belum mendekati garis akhir. (Z-10)





