JAKARTA, KOMPAS.com - Kapal Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 akhirnya bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026) usai menempuh perjalanan selama 44 hari dari Italia.
Ini merupakan kapal perang jenis kelas Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) kedua dalam kerja sama Indonesia dengan Italia setelah KRI Brawijaya-320 yang tiba pada September 2025.
Baca juga: KRI Prabu Siliwangi Masih Cari Rudal, TNI AL Kaji Opsi dari Italia hingga Turkiye
Kapal ini akan memperkuat jajaran TNI Angkatan Laut di bawah Satuan Eskorta Komando Armada II dengan Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmaja sebagai Komandan KRI bersama 162 Prajurit Pengawak KRI tersebut.
SpesifikasiBerdasarkan data resmi, KRI Prabu Siliwangi-321 memiliki panjang 143 meter dan lebar 16,5 meter.
Baca juga: KRI Prabu Siliwangi Bakal Bermarkas di Koarmada II Surabaya
Kapal ini dilengkapi meriam utama OTO Melara 127 mm, meriam 76 mm Strales untuk pertahanan udara jarak menengah, 16 peluncur rudal vertikal, rudal Teseo Mk-2E untuk target permukaan, torpedo antikapal selam, serta senjata otomatis jarak dekat.
KRI Prabu Siliwangi dirancang untuk berbagai misi, mulai dari patroli, peperangan permukaan, bawah laut, dan udara, pengawalan aset penting, penegakan hukum di laut, hingga misi kemanusiaan seperti bantuan bencana.
Dalam pelayaran dari Italia menuju Indonesia, kapal ini sempat singgah di Maroko dan Nigeria.
Selama singgah, kru melaksanakan kunjungan pelabuhan dan pertemuan resmi dengan pihak setempat sebagai bagian dari diplomasi militer.
Di sela pelayaran, kapal ini juga menjalani uji kemampuan tempur, termasuk penembakan meriam 127 mm.
Uji coba tersebut menjadi yang pertama bagi TNI Angkatan Laut dalam mengoperasikan meriam kaliber besar (di atas 120 mm) secara operasional.
Kapal perang terbesar se-Asia TenggaraKepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyebut KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai kapal perang terbesar di Asia Tenggara yang kini memperkuat armada TNI AL.
“Jadi untuk KRI Brawijaya dan Prabu Siliwangi ini merupakan tipe fregat atau OPV (Offshore Patrol Vessel), tapi bisa dikembangkan menjadi fregat, dan saya rasa di kawasan Asia Tenggara, kalau dari segi ukuran memang terbesar,” kata Ali di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/3/2026).
Dari sisi kemampuan, kata dia, kapal tersebut relatif sebanding dengan yang dimiliki negara-negara tetangga seperti Australia, Singapura, dan Vietnam.
Kehadiran kapal ini dinilai meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah laut karena dilengkapi sistem sensor dan persenjataan yang lebih modern dibandingkan kapal sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




