Bukan Jenderal! Ini Sosok yang Punya Kuasa Tertinggi dalam Perang AS

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran kembali membuka tabir soal bagaimana rantai komando militer Negeri Paman Sam bekerja saat krisis memanas di Timur Tengah.

Di balik setiap serangan, pengerahan kapal induk, peluncuran rudal, hingga operasi udara jarak jauh, ada proses pengambilan keputusan yang berlapis, mulai dari level politik hingga komando tempur di lapangan.

Ketika AS ingin menjalankan operasi militer, keputusan tertinggi berada di tangan presiden selaku panglima tertinggi.

Dalam praktiknya, langkah militer besar biasanya juga akan melibatkan pembahasan politik di dalam negeri AS, termasuk dengan Kongres. Setelah itu, rencana operasi dibahas bersama Menteri Pertahanan AS, yang merupakan pimpinan sipil tertinggi di Pentagon.

Baca: Garda Revolusi Kuasai Iran: Negara dan Perang Kini di Tangan Militer

Dari inilah jajaran militer tertinggi mulai memainkan peran penting. Mereka menyiapkan masukan mengenai opsi serangan, strategi operasi, kebutuhan kekuatan, hingga kesiapan armada dan pasukan yang akan dikerahkan. Dengan kata lain, keputusan politik datang dari pimpinan sipil, sementara perencanaan militer dirumuskan oleh petinggi militer.

Dalam struktur Pentagon, kementerian pertahanan AS yang saat ini bernama Departement of War (DoW) dipimpin oleh Secretary of War Pete Hegseth, dengan Steve Feinberg sebagai Deputy Secretary of War. Keduanya adalah pejabat sipil yang berada di puncak kepemimpinan Pentagon.

Sementara itu, masukan militer strategis disiapkan oleh Ketua Kepala Staf Gabungan AS bersama wakilnya. Dalam menyusun strategi dan menghitung kesiapan alutsista maupun personel, Ketua Kepala Staf Gabungan tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh para kepala staf dari masing-masing matra, mulai dari angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, hingga korps marinir.

Setelah rencana operasi selesai disusun dan mendapat persetujuan dari presiden, pelaksanaannya kemudian dijalankan oleh combatant commands atau komando tempur.

Baca: Lengkap! Ini Peta Negara Paling Terdampak Perang Iran: Asia - Eropa

Ini adalah struktur komando militer AS yang dibentuk berdasarkan wilayah operasi maupun fungsi tertentu. Untuk konflik yang berkaitan dengan Iran, komando yang paling relevan adalah U.S. Central Command (CENTCOM) karena wilayah tanggung jawabnya mencakup Timur Tengah, termasuk Iran.

Artinya, jika menelusuri siapa saja tokoh di balik operasi militer AS terhadap Iran, sorotannya tidak hanya berhenti pada Pentagon sebagai pusat pengambilan keputusan, tetapi juga mengarah ke para jenderal dan laksamana yang berada di jalur perencanaan strategis hingga komando kawasan. Dari sinilah keputusan politik diterjemahkan menjadi operasi militer yang nyata di lapangan.

Kepala Staf Penopang Rencana Operasi

Di bawah Joint Chiefs of Staff, ada para kepala matra yang berperan menyiapkan kekuatan tempur AS.

Mereka memang tidak memimpin perang secara langsung, tetapi punya peran penting dalam membantu pimpinan Kepala Staf Gabungan menyusun rencana operasi militer, terutama dengan memberi gambaran mengenai kesiapan alutsista, personel, dan kemampuan tempur di masing-masing matra.

Tugas utama para kepala matra ini pada dasarnya adalah memastikan tiap cabang militer siap dari sisi organisasi, pelatihan, hingga perlengkapan. Dari sinilah pimpinan militer AS bisa menghitung kekuatan apa saja yang siap dikerahkan, seberapa besar kapasitasnya, dan bagaimana pembagian peran tiap matra dalam suatu operasi.

Baca: Drone Swarm Jadi Masa Depan Perang, Ukraina Jadi Laboratoriumnya

Untuk angkatan laut, jabatan itu dipegang Laksamana Daryl Caudle sebagai Kepala Operasi Angkatan Laut AS ke-34.

Untuk angkatan darat, posisi tersebut dijabat Jenderal Randy A. George sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS ke-41.

Sementara di angkatan udara, posisi Kepala Staf Angkatan Udara AS dipegang Jenderal Kenneth S. Wilsbach. Adapun untuk Korps Marinir AS, posisi pimpinan matra dipegang Jenderal Eric M. Smith sebagai Komandan Korps Marinir.

CENTCOM, Ujung Tombak Operasi AS ke Iran

Jika kepala staf gabungan AS bertugas menyusun masukan dan pertimbangan militer bagi menteri pertahanan di Pentagon, maka pelaksanaan operasi militer AS di kawasan Iran berada di tangan CENTCOM yang dipimpin Laksamana Brad Cooper.

Sebagai komando tempur AS untuk Timur Tengah, CENTCOM membawahi wilayah yang mencakup Iran, Teluk Persia, Irak, Suriah, serta sejumlah jalur pelayaran vital di kawasan. Karena itu, setiap operasi militer AS yang terkait dengan Iran pada akhirnya akan bermuara ke komando ini.

CNBC INDONESIA RESEARCH 

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Dampak Godzilla El Nino
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
One Way Kembali Diterapkan di Tol Cipali, Arus Balik Diatur Situasional
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kolaborasi Strategis Perkuat Ekosistem Digital Berbasis Teknologi
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kecam Tindakan Iran di Selat Hormuz, Arab Saudi: Ancam Keamanan dan Ekonomi Global
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Cerita Warga Bantaran Rel Senen Buru-buru Tinggalkan Dapur Demi Bertemu Prabowo
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.