Investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell mencapai Rp 20,71 triliun pada perdagangan Kamis (26/3). Saham bank-bank besar, seperti PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) paling banyak dilepas investor asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing terpantau melakukan transaksi jual mencapai Rp 25,44 triliun pada perdagangan kemarin, sedangkan transaksi beli hanya mencapai Rp 4,73 triliun. Sebaliknya, investor domestik lebih banyak melakukan transaksi beli mencapai Rp 27,6 triliun, sedangkan jual Rp 6,88 triliun.
BEI mencatat, investor telah mencatatkan nett sell sepanjang tahun ini mencapai Rp 29,12 triliun.
Seiring ramainya aksi jual asing, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup merosot 1,89% ke 7.164 pada perdagangan kemarin. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai transaksi saham sebesar Rp 32,34 triliun.
Adapun volume transaksi mencapai 31,14 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,72 juta kali. Sebanyak 292 saham menguat, 380 saham terkoreksi, dan 148 saham tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG kemarin tercatat sebesar Rp 12.620 triliun.
Berdasarkan data Stockbit, saham BBCA juga menjadi yang paling banyak dilepas investor asing mencapai Rp 555,54 miliar pada perdagangan kemarin. Namun, harga sahamnya hanya turun 0,36% ke level 6.875.
Saham BCA juga menjadi yang paling aktif diperdagangankan dengan transaksi mencapai Rp 1 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 145,93 juta lembar saham.
Saham lainnya yang juga ramai dilepas asing, yakni BBRI mencapai Rp 201 miliar. Harga sahamnya turun 1,4% ke level Rp 3.490.
Berikut 10 saham yang paling banyak dilepas asing pada perdagangan Kamis (26/3):
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 555,54 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 201,09 miliar
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) RP 157,59 miliar
- PT GOTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 120,48 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 117,47 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 80,4 miliar
- PT Derma Hanwa Tbk (DEWA) Rp 64,75 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 64,71 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 57,7 miliar
- Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 47,35 Miliar




