Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi turun bahkan bisa tergelincir ke level 6.700-an pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3). Prediksi itu di tengah melonjaknya harga minyak dan konflik AS–Iran yang memasuki pekan keempat.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai turunnya IHSG hingga 1,89% ke level 7.164 pada Kamis (26/3) dipicu tekanan jual di pasar. I memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan penurunan dalam waktu dekat, dengan target pelemahan di kisaran 6.745–6.887.
“Dalam skenario terbaik, IHSG diperkirakan sudah menyelesaikan fase penurunan awal, sehingga berpeluang kembali menguat ke kisaran 7.450–7.779,” tulis Herditya Wicaksana dalam risetnya, Jumat (27/3).
Support IHSG berada di 7.156 dan 7.057. Sementara resistance terdekat berada di 7.374 dan 7.527, Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Rekomendasi itu misalnya PT Blue Bird Tbk (BIRD) akumulasi beli di rentang Rp 1.645–Rp 1.675 dengan target harga di Rp 1.715–Rp 1.745, sementara level stoploss di bawah Rp 1.630. Kemudian PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.110–Rp 3.200 dengan target harga di Rp 3.350–Rp 3.580, serta stoploss di bawah Rp 3.050.
Aksi Ambil UntungDi samping itu, Phintraco Sekuritas menilai anjloknya IHSG dipicu aksi ambil untung investor di tengah ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Bursa Asia ditutup bervariasi, seiring pelaku pasar kesulitan membaca arah pernyataan yang saling bertentangan dari AS dan Iran dalam 48 jam terakhir terkait status perundingan damai.
Di pasar valuta asing, rupiah justru menguat ke level Rp 16.904 per dolar AS di pasar spot pada 26 Maret, berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia. Lalu sektor energi mencatatkan koreksi terdalam, sementara sektor transportasi menjadi satu-satunya yang menguat.
Secara teknikal, Phintraco menilai bahwa meskipun IHSG ditutup melemah, indikator menunjukkan tekanan mulai mereda. Histogram negatif MACD tercatat menyempit, Stochastic RSI bergerak menuju area pivot, dan IHSG masih bertahan di atas MA5.
“Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran level 7.050–7.250,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Jumat (27/3).
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), serta PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).




