Ketidakpastian Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Sedikit Menurun

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Houston: Harga minyak sedikit menurun pada Kamis, 26 Maret 2026 setelah Presiden Donald Trump menangguhkan serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari tambahan, dan menegaskan bahwa pembicaraan damai dengan negara tersebut masih berlangsung.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia tidak yakin apakah ia masih bersedia membuat kesepakatan damai dengan Iran. Ia juga mengungkapkan bahwa Iran telah mengizinkan lewatnya 10 kapal tanker minyak sebagai hadiah untuk menunjukkan bahwa mereka bernegosiasi dengan itikad baik.

Harga minyak menunjukkan pola perdagangan yang berlawanan dengan pasar saham minggu ini, turun satu hari kemudian naik keesokan harinya dan memberikan tekanan pada saham ke arah yang berlawanan.

Dikutip dari Investing.com, Jumat, 27 Maret 2026, kontrak berjangka yang berakhir pada bulan Mei untuk minyak mentah Brent, patokan global, naik 4,9 persen menjadi USD107,22 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 3,4 persen menjadi USD93,42 per barel.

Harga sangat fluktuatif dalam beberapa minggu terakhir karena penutupan efektif Selat Hormuz yang penting telah mengganggu aliran energi. Minyak mentah Brent melonjak hingga hampir USD120 per barel awal bulan ini karena kekhawatiran akan kekurangan pasokan.

Baca Juga :

Harga Minyak Dunia Tembus USD100/Barel, Pasar Cemas Krisis Energi


(Ilustrasi. Foto: Unplash) Ketidakpastian kesepakatan perdamaian Iran Harga minyak turun pada hari Rabu setelah AS mengirimkan rencana perdamaian 15 poin kepada Iran yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan. Namun, Iran menolak keras gencatan senjata tersebut. Tasnim melaporkan bahwa Iran telah secara resmi menyampaikan tanggapannya terhadap proposal tersebut dan sedang menunggu balasan dari Washington.

Sebelumnya pada hari Kamis, Trump dalam sebuah unggahan di media sosial mengatakan bahwa para negosiator Iran "memohon" kepada AS untuk membuat kesepakatan guna mengakhiri konflik yang hampir sebulan lamanya di Timur Tengah.

Kemudian dalam rapat Kabinet, Trump mengulangi pesan bahwa Iran "memohon" untuk membuat kesepakatan.

"Saya tidak tahu apakah kita akan mampu melakukan itu. Saya tidak tahu apakah kita bersedia melakukan itu. Seharusnya mereka sudah melakukannya empat minggu yang lalu," kata presiden.

Tak lama setelah penutupan pasar saham Wall Street, Trump mengunggah di media sosial bahwa, sesuai permintaan pemerintah Iran, ia memperpanjang penangguhan serangan AS terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari.

"Pembicaraan sedang berlangsung dan, terlepas dari pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lain, pembicaraan berjalan dengan sangat baik," tambahnya.

"Pesan Presiden Trump mengenai konflik Iran telah membantu meredakan volatilitas di Wall Street dengan membatasi kerusakan pada saham, suku bunga, dan energi; namun, investor perlu melihat kemajuan nyata segera, atau kinerja pasar akan semakin memburuk. Saham dan obligasi pemerintah siap mengalami kerugian yang jauh lebih besar jika perang yang sedang berlangsung membuat harga minyak mentah WTI kembali di atas USD100 selama beberapa minggu," kata ekonom senior di Interactive Brokers José Torres.

“Dengan latar belakang ini, risiko resesi meningkat setiap hari, seperti yang biasa terjadi ketika lanskap terpengaruh oleh guncangan harga minyak, karena aktivitas keseluruhan dan pendapatan terhambat oleh pengurangan pengeluaran dan kapasitas investasi karena lebih banyak dolar dialokasikan untuk biaya bahan bakar dan listrik yang lebih tinggi,” tambah Torres. Trump klaim Iran izinkan 10 kapal tanker melewati Selat Hormuz Pada rapat Kabinet, Trump juga mengungkapkan detail tentang apa yang sebelumnya ia sebut sebagai hadiah dari Iran terkait minyak dan gas awal pekan ini.

Presiden mengatakan, untuk menunjukkan itikad baik dalam negosiasi, Iran telah mengizinkan total sepuluh kapal tanker minyak untuk berlayar tanpa hambatan melalui Selat Hormuz yang penting. Jalur air vital yang dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam dunia ini hampir sepenuhnya ditutup oleh ancaman serangan Iran selama berminggu-minggu.

“Kami sedang melakukan pembicaraan yang sangat substansial terkait Iran dengan orang-orang yang tepat,” kata Trump.

“Mereka mengatakan untuk menunjukkan kepada Anda fakta bahwa kami nyata, solid, dan kami ada di sana, kami akan memberi Anda delapan kapal minyak, delapan kapal, delapan kapal besar berisi minyak. Ini dua hari yang lalu, dan mereka akan berlayar besok. Itu tiga hari yang lalu,” kata presiden.

“Dan sebenarnya, mereka kemudian meminta maaf atas sesuatu yang mereka katakan dan mereka mengatakan kami akan mengirim dua kapal lagi, dan akhirnya menjadi 10 kapal,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ciri Kepribadian Perempuan yang Menyukai Lipstik Bold
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Trump dan Xi Jinping Dijadwalkan Bertemu di Beijing, Bahas Perdagangan hingga Isu Taiwan
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Tanjung Bira Tarik Ribuan Wisatawan Pasca-Lebaran
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
3 atau 4 Bek? Teka-teki Formasi John Herdman dan Reuni Elkan Baggott
• 18 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.