JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut, pembatas atau barrier yang dibangun di Taman Nasional (TN) Way Kambas, Lampung, dapat menyelesaikan konflik antara manusia dan gajah yang telah terjadi sejak 1983.
Menurut dia, Presiden Prabowo menginstruksikan langsung kepadanya untuk membenahi seluruh Taman Nasional di Indonesia, termasuk TN Way Kambas.
"Pembangunan pembatas ini bagian dari rencana besar Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi Taman Nasional yang jumlahnya 57 Taman Nasional. Pak Presiden menginstruksikan pada saya untuk memperbaiki taman nasional kita," ujar Raja Juli, dalam keterangannya ke Kompas.com, Jumat (27/3/2026).
Dia menyebut, Taman Nasional Way Kambas sendiri menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo.
Baca juga: Seskab Teddy Ungkap Prabowo Mendadak Blusukan ke Pinggiran Rel Kereta Api di Senen
"Dan Way Kambas kita jadikan pilot project, percontohan, karena sekali lagi kecintaan Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap satwa liar sekaligus terhadap masyarakat Lampung,” lanjut dia.
Adapun soft launching pembangunan pembatas di Way Kambas digelar Menhut Raja Juli, pada Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, konflik antara gajah dan manusia di Way Kambas berlangsung sejak tahun 1983 atau sudah terjadi selama 43 tahun.
Menhut RI ini mengatakan, dirinya telah melaporkan kondisi dan persoalan yang terjadi di Way Kambas kepada Presiden Prabowo.
Mulanya, sejumlah kepala desa dan camat hanya mengusulkan pembangunan pembatas sepanjang 11 km, namun Presiden Prabowo memerintahkan pembangunan pembatas di sepanjang Way Kambas dibangun dengan total 138 kilometer.
Baca juga: Prabowo Gelontorkan Rp 839 Miliar Bangun Pagar Baja di Taman Nasional Way Kambas
"Berkat laporan dari teman-teman taman nasional, diperkuat oleh Bu Bupati, diperkuat oleh Pak Gubernur, saya melapor ke Pak Presiden alhamdulillah hari ini dilakukan soft launching pembangunan pembatas Taman Nasional Way Kambas yang kita inginkan dari dulu,” ujar Raja Juli.
Ia mengatakan, pembangunan pembatas di TN Way Kambas ditargetkan akan selesai paling lambat pada akhir tahun 2026.
Dia juga berharap pembatas ini dapat menuntaskan konflik manusia dan gajah secara permanen yang sebelumnya menimbulkan kerugian ekonomi, keamanan, keselamatan, hingga korban jiwa.
"Tidak perlu bertahap sampai bertahap sampai beberapa tahun, paling lambat akhir tahun, 4-5 bulan ke depan akan selesai, paling lambat akhir tahun selesai," ujar Raja Juli.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memasang pembatas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung, demi mencegah konflik gajah dan manusia.
Pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan pembatas permanen sepanjang 138 kilometer yang menelan biaya hingga Rp 850 miliar.
Baca juga: Prabowo Berikan Dana Bantuan Presiden untuk Pagari Taman Nasional Way Kambas
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap TN Way Kambas dalam pelestarian habitat dan populasi gajah sumatera.
"Gajah merupakan salah satu hewan kesayangan beliau, komitmen Presiden Prabowo dalam menjaga populasi gajah dan mengakhiri secara permanen konflik manusia-gajah,” kata Raja Juli, pada Kamis (26/3/2026).
Raja Juli menambahkan, pembatas yang dibangun akan diuji kekuatannya secara langsung menggunakan gajah beberapa hari ke depan.
Tim yang mendesain serta membangun sistem pembatas terdiri dari Kemenhut, Pemerintah Provinsi Lampung, Kodam XXI/Radin Inten, Polda Lampung, universitas, dan masyarakat setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




