AAJI: Skema New RBC Bisa Buat Kondisi Keuangan Asuransi Lebih Transparan

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan penyesuaian aturan Risk-Based Capital atau New RBC bertujuan meningkatkan transparansi kondisi keuangan perusahaan asuransi.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menuturkan hingga kini pihaknya dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kantor Akuntan Publik (KAP) terus berdiskusi secara insentif untuk mencari cara implementasi yang terbaik.

“Dengan RBC yang baru ini tentunya tujuan daripada OJK akan memperlihatkan atau menampilkan kondisi keuangan yang lebih transparan, lebih merefleksikan kondisi keuangan,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip pada Kamis (25/3/2026).

Dia turut menyebut penerapan New RBC nantinya akan dilakukan secara bertahap oleh perusahaan asuransi. Hal ini karena supaya ada waktu bagi para pelaku industri untuk menyesuaikan diri.

“Jadi, akan diterapkan dulu ke asuransi jiwa yang besar, yang asetnya diatas Rp5 triliun, jadi bertahap,” tuturnya.

AAJI, kata Albertus, menilai New RBC akan berdampak positif terhadap industri asuransi di Indonesia, mengingat RBC baru ini merupakan standar internasional.

Baca Juga

  • Sederet Tantangan Penerapan New RBC di Industri Asuransi-Reasuransi
  • Ini 4 Alasan OJK Uji Coba New RBC ke Asuransi-Reasuransi Bermodal di Atas Rp5 Triliun

“Jadi OJK juga melihat negara-negara lain mana penerapan RBC-nya yang paling cocok buat Indonesia sesuai dengan perkembangan negara kita. Jadi sudah waktunya juga kita akan upgrade juga RBC ini di negara kita,” jelasnya.

Senada, Ketua Bidang Marketing & Komunikasi AAJI Harsya Wardhana Prasetyo berpendapat New RBC bertujuan untuk mengukur risiko yang dihadapi perusahaan dengan lebih akurat, dibandingkan dengan metode yang lama.

“Kita pasti ingin melakukan pengukuran yang memastikan modal cukup untuk memenuhi kewajiban klaim serta meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi pasar,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Dia meneruskan, OJK saat ini sedang melakukan uji coba New RBC khusus untuk perusahaan asuransi dan reasuransi yang ekuitasnya di atas Rp5 triliun. Hal ini membuat perusahaan dituntut untuk memiliki manajemen risiko yang lebih disiplin. 

Oleh karena itu, Harsya berpendapat bahwa New RBC berdampak positif bagi industri asuransi dan reasuransi serta para pemegang polis untuk mengetahui cadangan teknis secara lebih teliti. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan New RBC sedang diuji coba untuk perusahaan asuransi dan reasuransi yang memiliki ekuitas di atas Rp5 triliun.

“Dalam rangka penguatan dan pengembangan pada industri PPDP, OJK saat ini sedang menyusun kajian mengenai penyusunan laporan perencanaan bisnis dan laporan aktuaris berbasis PSAK 117 dan uji coba New RBC untuk perusahaan asuransi dan reasuransi yang memiliki ekuitas di atas Rp5 triliun,” ucapnya dalam Konferensi Pers RDKB OJK Februari 2026 di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat pada Selasa (3/3/2026).

OJK masih melakukan kajian komprehensif terkait penyesuaian kerangka RBC dengan melibatkan konsultan independen, benchmarking internasional, dan koordinasi dengan stakeholders. Kajian tersebut mencakup kuantitas impact study dan juga evaluasi kualitatif untuk memastikan kerangka RBC yang diperbarui lebih risk sensitive dan selaras dengan praktik internasional dan relevan dengan perkembangan standard akuntansi serta profil risiko di industri asuransi.

“Penyesuaian ketentuan RBC ditargetkan akan difinalisasi pada tahun 2026 ini. Namun, implementasinya itu secara bertahap mulai 2027 dan tentunya kita akan melakukan uji coba terlebih dahulu kepada industri,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Ketua MPR Nilai Krisis Energi Jadi Momentum Benahi Subsidi BBM dan LPG
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Petugas Terapkan One Way di Tol Cipali Arah Jakarta untuk Urai Kepadatan Arus Balik Lebaran
• 3 jam lalupantau.com
thumb
KPK Minta Maaf Sempat Buat Gaduh gegara Yaqut Jadi Tahanan Rumah
• 44 menit laludetik.com
thumb
Bawa 28 Pemain, Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Mental di Thailand Jelang Turnamen Besar 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Gedung Putih: AS Mulai Kurangi Intensitas Operasi Militer di Iran
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.