EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran sebenarnya sedang terlibat dalam perundingan, namun beberapa pejabat Iran tidak berani mengakuinya secara terbuka karena takut dibunuh oleh “orang sendiri”.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu (25 Maret) malam dalam acara makan malam penggalangan dana Komite Kongres Nasional Partai Republik (NRCC). Ia mengatakan bahwa sejumlah pejabat Iran tengah berupaya mencapai kesepakatan dengan pihak AS secepat mungkin untuk mengakhiri konflik.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa saat ini “tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran”. Ia juga mengatakan bahwa Washington hanya menyampaikan pesan melalui berbagai perantara, dan pertukaran pesan tersebut tidak bisa dianggap sebagai negosiasi resmi.
Menanggapi hal itu, Trump mengatakan bahwa meskipun Teheran menunjukkan sikap keras di hadapan publik, sikap sejumlah pejabatnya secara diam-diam telah berubah. Namun, mereka takut jika menunjukkan kelemahan secara terbuka akan menghadapi pembalasan dari kelompok garis keras.
“Mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin mencapai kesepakatan. Tetapi mereka takut mengakuinya, karena mereka merasa bisa dibunuh oleh rakyat mereka sendiri,” katanya.
“Mereka juga takut akan dibunuh oleh kami.” Menurut Trump, para pejabat Iran yang ingin bernegosiasi tidak hanya takut dihukum oleh kelompok keras di dalam negeri, tetapi juga khawatir menjadi target serangan “pemenggalan” oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Mereka sangat takut, takut akan dibunuh oleh kami. Tidak ada pemimpin negara yang lebih tidak ingin menjalankan pekerjaannya selain pemimpin Iran,” ujar Trump.
Pada hari pertama serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap Iran (28 Februari), dilaporkan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bersama puluhan pejabat inti telah tewas. Saat ini, serangan militer AS terhadap Iran masih terus berlanjut.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada 25 Maret mengkonfirmasi bahwa dialog antara AS dan Iran terus berlangsung dan bersifat “konstruktif”.
Ia menekankan bahwa Presiden Trump dalam tiga hari terakhir terus berupaya mencari jalan untuk mengakhiri konflik, namun juga memberikan peringatan keras: “Presiden Trump tidak sedang menggertak. Ia siap melepaskan serangan dahsyat (‘unleash hell’). Iran tidak boleh salah perhitungan lagi.” (Hui)
Sumber : NTDTV.com




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3127244/original/063412500_1589375217-Keith_Kayamba_Gumbs_saat_membela_arema_fc.jpg)
