CEO BlackRock Peringatkan Ancaman Resesi Global Jika Harga Minyak Tembus US$ 150

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

CEO BlackRock Larry Fink mengatakan jika harga minyak dunia menembus level US$ 150 per barel, dunia akan mengalami resesi yang tajam dan curam. Ia memperingatkan perang berkepanjangan melawan Iran dapat menahan harga energi pada level tersebut selama bertahun-tahun. Fink mengatakan hal tersebut di podcast "Big Boss Interview" BBC.

Menurut Fink, resolusi konflik akan berujung pada salah satu dari dua ekstrem. Salah satu skenario yang ia jabarkan adalah kembalinya aliran minyak Iran ke pasar global setelah operasi militer AS dan Israel berakhir, yang akan menurunkan harga energi. Skenario yang lebih suram akan menjadikan Teheran sebagai destabilisator regional yang persisten, mempertahankan harga minyak mentah pada level US$ 100 atau lebih untuk jangka waktu yang lama — berpotensi mendekati US$ 150 — dengan apa yang ia gambarkan sebagai "implikasi mendalam" bagi ekonomi global.

Harga minyak tetap tinggi minggu ini, dengan WTI, yang menjadi tolok ukur minyak AS, berada di sekitar US$ 91 per barel dan Brent, tolok ukur internasional, mendekati US$ 103 per barel.

Menurut laporan Bloomberg, Presiden BlackRock Rob Kapito juga memperingatkan pasar keuangan karena belum sepenuhnya memperhitungkan risiko ekonomi akibat perang. Kapito menyatakan resolusi cepat untuk konflik Iran dengan AS dan Israel tidak serta merta menyelamatkan ekonomi — dia memperkirakan potensi hambatan pada pertumbuhan hingga dua poin persentase, dengan inflasi pada risiko yang sebanding untuk bergerak lebih tinggi. Bahkan, Kapito menilai gencatan senjata tidak akan dengan cepat meredakan harga energi karena jaringan pasokan membutuhkan waktu untuk pulih sebelum kondisi normal kembali.

Menurut Bloomberg, indeks S&P 500 relatif stabil, mencatat penurunan kurang dari 5% selama konflik yang berlangsung kurang lebih sebulan. Kapito mengatakan langkah defensif tradisional di era konflik — taruhan ekuitas bearish, emas, dan obligasi pemerintah jangka pendek — belum merespons seperti yang diantisipasi investor.

Harga Obligasi Pemerintah dan Emas Justru Turun

Di antara efek pasar yang lebih aneh dari konflik ini: obligasi pemerintah telah kehilangan nilai. Padahal, biasanya obligasi pemerintah mencatat kenaikan di masa perang karena dianggap sebagai aset yang aman (safe haven). Sementara itu, harga emas telah turun hampir 15%. Kedua pergerakan aset tersebut mencerminkan kekhawatiran investor bahwa biaya energi yang berkelanjutan akan membuat inflasi tetap tinggi.

Jim Zelter, Presiden Apollo Global Management, juga berbicara di konferensi Melbourne dan menyampaikan peringatan serupa mengenai resesi AS dan kesehatan pasar kredit. Zelter menunjuk pada melemahnya sentimen rumah tangga sebagai kerentanan yang sudah ada sebelumnya.

Ia mengatakan kepercayaan konsumen AS telah memburuk sejak Januari dan Februari sebelum harga minyak melonjak. "Ini bukan benar-benar kejutan suku bunga, ini adalah kejutan kepercayaan pada pengeluaran di ekonomi terbesar di dunia," kata Zelter, seperti dikutip Quartz.com.

Dari sisi penawaran, pemerintahan Trump telah bergerak untuk mengurangi tekanan di stasiun pengisian bahan bakar dengan mencabut sanksi tertentu pada pengiriman minyak Iran, Rusia, dan Venezuela yang sudah dalam perjalanan. AS memanfaatkan cadangan minyak strategis dan mendorong peningkatan produksi minyak mentah domestik untuk menurunkan tekanan harga energi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eksklusif! Keith Kayamba Gumbs Punya Kenangan Manis dengan Mantan Tim Asuhan John Herdman, Apa tuh?
• 2 jam lalubola.com
thumb
Tokoh Nasional Pemerhati Perempuan, Soroti Kasus Begal dan Pemerkosaan Kurir di Mamuju Tengah
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Prajurit TNI Pukul Warga hingga Tewas di Malut: Danyon Minta Maaf, Akan Diproses
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mayat Pria Mengambang di Jakbar, Diduga Meninggal karena Sakit
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Persaingan Sengit Kiper Timnas Indonesia: Emil Audero atau Maarten Paes, Siapa Pilihan Herdman?
• 11 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.