Kisah Siti Patimah, dari Titik Terendah Menuju Tanah Suci

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bagi Siti Patimah Azzahra, hidup adalah sebuah narasi panjang tentang ketangguhan. Tumbuh dalam kesederhanaan, Siti pernah berada di titik nadir saat impian akademisnya nyaris tumbang akibat himpitan finansial dan tekanan pekerjaan. 

Namun, roda nasib berputar ketika sebuah momentum yang tidak hanya menyelamatkan studinya. Namun, juga mengantarkannya memijak kursi manajerial hingga berkali-kali mengunjungi Baitullah.

“Dalam setiap fase hidup, selalu ada tantangan yang membuat kita hampir menyerah. Tapi saya percaya, selama kita terus berusaha dan bersyukur, akan selalu ada jalan yang dibukakan,” ungkap Siti dikutip melalui keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Kolesterol Tinggi Bisa Sembuh dan Normal Kembali, Ini Kuncinya-Tips Kesehatan

Siti mengenang masa-masa sulit saat skripsinya terbengkalai dan ancaman mutasi kerja membayangi. Bergabung dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 2017 menjadi jawaban atas doa-doanya. Ia mendapatkan lokasi tugas yang mendukung penyelesaian kuliahnya hingga wisuda tepat waktu. 

Tak butuh waktu lama bagi Siti untuk membuktikan dedikasinya. Di tahun pertamanya, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 60 Best Employee pilihan, sebuah prestasi yang membawanya kembali ke Jakarta dengan kebanggaan baru.

Keberuntungan dan kerja keras Siti terus berlanjut. Pada 2018, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Manager Regional Mekaar (MRM) sekaligus menerima reward umrah pertamanya dari perusahaan. 


Siti Patimah Azzahra (kanan). Foto: Dok. Istimewa.

Kini, sebagai MRM Serang 1, Siti menjadi motor penggerak dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Mekaar, menyebarkan semangat kemandirian ekonomi yang pernah menyelamatkan hidupnya sendiri.

Konsistensi Siti dalam bekerja kembali membuahkan hasil manis. Atas kinerjanya sepanjang tahun 2023, ia kembali mendapatkan penghargaan ibadah umrah untuk kedua kalinya pada 2024. 

Melangkah lebih jauh, pada 2025, Siti melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) melalui fasilitas beasiswa dari PNM. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial di masa lalu bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan setinggi langit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
15 Hari Dioperasikan untuk Arus Mudik Lebaran, Jalan Tol Rangkasbitung-Cileles Ditutup Sementara
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Garut Catat Kenaikan Trafik Data Tertinggi Saat Lebaran 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Update Harga Samsung Galaxy Akhir Maret 2026: Dari Seri S26 hingga Seri A Terbaru
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Komisi X DPR Tegaskan Tatap Muka Tetap Prioritas di Sekolah
• 20 jam laludisway.id
thumb
Gibran Sowan ke Gus Karim di Solo, Minta Doa untuk Kesehatan Jokowi
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.