Mengenal Tren Experiential Travel Kesukaan Milenial dan Gen Z, Apa Saja Manfaatnya?

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Industri pariwisata global pada 2026 menunjukkan pergeseran signifikan menuju konsep experiential travel, sebuah pendekatan perjalanan yang menekankan pada pengalaman autentik, personal, dan berkesan dibanding sekadar kunjungan destinasi. 

Wisatawan masa kini tidak lagi puas hanya berfoto di lokasi populer, melainkan ingin merasakan langsung budaya lokal, berinteraksi dengan masyarakat setempat, hingga terlibat dalam aktivitas khas daerah yang dikunjungi. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
10 Game Offline Seru yang Bisa Temani Perjalanan Mudik 2026
Ayudia Bing Slamet Ungkap Hal Paling Menenangkan saat Liburan di Hong Kong

Tren ini berkembang seiring perubahan preferensi generasi wisatawan, terutama kalangan milenial dan Gen Z yang lebih menghargai makna dan cerita di balik perjalanan. Mereka cenderung memilih aktivitas seperti kelas memasak tradisional, tur budaya mendalam, hingga eksplorasi destinasi tersembunyi yang menawarkan keunikan tersendiri. 

Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan China menjadi contoh destinasi yang mengembangkan konsep ini melalui paket wisata berbasis pengalaman lokal.

Selain memberikan kepuasan emosional, experiential travel juga menawarkan berbagai manfaat nyata. Dari sisi individu, perjalanan jenis ini mampu meningkatkan wawasan budaya, memperluas perspektif global, serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental melalui pengalaman yang lebih mendalam dan bermakna.

Sementara dari sisi industri, tren ini mendorong pelaku pariwisata untuk menciptakan produk yang lebih kreatif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas lokal.

Seiring berkembangnya tren tersebut, konsep experiential travel juga mulai diadopsi dalam sektor perjalanan korporasi. Perjalanan korporasi kini semakin dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang lebih produktif dan terlibat. Tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, program corporate incentive travel semakin dimanfaatkan perusahaan untuk memberikan apresiasi kepada karyawan sekaligus memperkuat kolaborasi tim.

Secara global, industri perjalanan bisnis terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Laporan Global Business Travel Association (GBTA) memproyeksikan bahwa belanja perjalanan bisnis dunia akan mencapai sekitar USD 1,8 triliun pada 2027, dengan kawasan Asia Pasifik menjadi salah satu wilayah dengan pertumbuhan tercepat seiring ekspansi bisnis regional dan meningkatnya mobilitas profesional lintas negara.

Sementara itu, laporan Incentive Travel Industry Index yang diterbitkan oleh SITE Foundation menunjukkan bahwa sekitar 55% perusahaan global berencana meningkatkan anggaran untuk incentive travel, mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan terhadap efektivitas program ini dalam meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan.

Baca Juga :
Hindari Macet Saat Mudik, Ini Waktu Terbaik untuk Berangkat ke Kampung Halaman
Agen Travel Jadi Kunci Kelancaran Perjalanan Domestik dan Internasional, Angkasa Tour Ungkap Alasannya
BPS: Wisatawan Mancanegara Tembus 1,01 Juta Kunjungan di Januari 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Minta Kementerian PU dan KAI Segera Bangun Rumah untuk Warga Bantaran Rel Senen
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Jasa Marga Bakal Buka-Tutup Rest Area, Hindari Kepadatan Arus Balik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Bentrok Kelompok Pemuda Pecah di Maluku Tenggara, 1 Orang Tewas
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Indeks Bisnis-27 Dibuka Melemah, Saham MEDC, BUMI, hingga ADMR Masih Bertenaga
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Houthi Yaman siap intervensi perang AS-Iran jika diperlukan
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.