Para Anker KRL Green Line Ngeluh Tiap Hari Desak-desakan dan Nunggu Lama

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengguna rutin KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung mengeluhkan makin penuhnya KRL pada jam-jam sibuk di hari kerja.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Stasiun Tanah Abang dan di dalam KRL Tanah Abang-Rangkasbitung, Kamis (26/3/2026), mayoritas merupakan penumpang yang ingin berwisata ke beberapa tempat. Namun, ada beberapa pengguna rutin KRL jalur tersebut.

Baca: Surabaya Bakal Punya KRL, Ini Bocoran Rute dan Proyeknya

Syami, salah satu pengguna rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang naik dari Stasiun Maja ini mengungkapkan hari ini masih belum sepadat seperti biasanya, karena masih banyak orang yang berlibur.


"Sebagai pengguna rutin, kebetulan lagi pulang cepat ya hari ini, masih agak kosong ya, belum sepadat hari-hari biasa, juga jam segini kan belum jam padat, tapi ya karena banyak yang berlibur, agak melelahkan juga sih, soalnya enggak bisa duduk juga," kata Syami saat ditemui CNBC Indonesia, Kamis sore (26/3/2026).

Namun, ketika hari biasa, terutama jam-jam padat, Ia mengeluhkan KRL selalu penuh, baik pada hari kerja maupun saat liburan. Hal ini lantaran jumlah gerbongnya masih sebanyak 10 gerbong, sedangkan perjalanan Maja-Tanah Abang membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam.

"Yang bikin capek, kadang-kadang berangkat kerja, sudah enggak bisa duduk dari Maja, begitu juga pulang kerja, malah baru dapat duduk ketika sudah mau masuk Maja. Karena mungkin cuma 10 gerbong kali ya, jadi makin padat, kalau ambil kereta belakangnya, lama lagi nunggunya," lanjutnya.

Ia berharap headway KRL jalur tersebut bisa lebih rapat agar penumpang tidak menumpuk.

Foto: Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Penumpang KRL Green Line penuh sesak di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Ya harapannya sih ada KRL yang gerbongnya 12 ya, kemudian jarak antar KRL lebih dirapatin lagi, biar enggak menumpuk, terutama di jam-jam sibuk," ujarnya.

Sementara itu Rani, pengguna tidak rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang naik dari Stasiun Rawa Buntu, mengaku kondisi KRL sudah cukup penuh saat tiba di Stasiun Rawa Buntu.

"Lumayan penuh tadi, saya dari Rawa Buntu, sudah penuh, tadi saya juga lihat ada beberapa penumpang bawa balita yang enggak dapat duduk, katanya dari Cisauk, mungkin karena saking penuhnya ya," kata Rani.

Ketika ditanya apakah tidak menaiki KRL di belakangnya, Rani pun menjawab masih cukup lama, sekitar 10 menit.

"Maunya sih naik yang belakangnya ya, tapi belakangnya masih 10 menit, mungkin juga sudah siang," tambahnya.

Ia pun berharap kapasitas KRL bisa ditambah dan jarak antar KRL bisa lebih diperpendek.

"Ya berharap bisa jaraknya 5 menitan lah, biar enggak numpuk di dalam, kasihan juga tadi ada orang dengan balita enggak dapat duduk," ucapnya.

Sementara itu, penumpang lainnya bernama Aldi mengeluhkan waktu tunggu KRL Green Line yang relatif lama. Belum lagi kondisi gerbong yang sudah penuh sesak. Namun keluhan lain yang disampaikan adalah soal kerap terganggunya KRL Green Line.

"Sering berhenti, katanya gangguan listrik. Kemudian waktu tunggunya lama banget. Pas naik sudah penuh juga," ucap Aldi yang rutin naik KRL Green Line dari Stasiun Kebayoran menuju Stasiun Cikoya.

Dia berharap rangkaian KRL Green Line bisa ditambah.

"Jadi ya harapannya bisa ditambah sih rangkaian kasihan penumpangnya berdesak-desakan," keluhnya.

Sementara itu, Firhan, penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung untuk perjalanan Rawa Buntu-Kebayoran, di mana Ia mengeluhkan kondisi KRL yang hanya terdiri dari 10 kereta, membuat banyak pengguna rutin lainnya tidak bisa masuk ke dalam KRL. Dari Stasiun Rawa Buntu, kondisi KRL sudah sangat padat dan mulai sulit untuk masuk.

"Saya naik dari Rawa Buntu, KRL yang jam 08:00 WIB ke arah Tanah Abang, turunnya di Kebayoran, itu pas masuk Rawa Buntu, KRL-nya sudah penuh, ketambahan dari Rawa Buntu sudah mulai padat," kata Firhan.

Setelah Rawa Buntu, penumpang makin padat karena stasiun-stasiun berikutnya, sudah banyak penumpang yang akan naik. Di Stasiun Sudimara, bahkan penumpang banyak yang tidak bisa masuk atau terangkut karena KRL sudah sangat padat.

"Pas sampai di Sudimara, sudah enggak bisa masuk lagi, apalagi stasiun-stasiun berikutnya seperti Jurangmangu dan Pondok Ranji," lanjutnya.

Ia berharap kapasitas KRL bisa ditambahkan, dengan mengoperasikan secepatnya KRL 12 gerbong.

"Iya, sudah saatnya jalur ini dilayani KRL 12 gerbong sih, kalau 10 terus, yang ada makin enggak terangkut penumpang setelah Rawa Buntu," terangnya.

Okto juga sama, penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung yang naik dari Stasiun Jurangmangu mengungkapkan kondisi KRL jalur tersebut juga sudah tidak memungkinkan.

"Ampun deh kalo pagi-pagi hari kerja dari Jurangmangu ke Tanah Abang, 2 sampai 3 kali KRL lewat baru bisa keangkut, itupun masih desak-desakan di dalam. Pengalaman naik KRL di jam 07:00-08:00 WIB," kata Okto.

Ia pun berharap kapasitas KRL bisa ditambah, dengan mengoperasikan KRL SF 12 di jalur tersebut. Selain itu, Ia juga berharap prasarana bisa lebih ditingkatkan seperti persinyalan, penambahan daya listrik, dan merubah perlintasan sebidang menjadi non-sebidang seperti flyover atau underpass.

"Harapannya sih upgrade persinyalan agar headway bisa rapat seperti jalur Bogor, lalu ditambah daya listriknya, nanti bisa disusul pengoperasian KRL SF12, terakhir bangun perlintasan tidak sebidang (flyover/underpass) di perlintasan yang volume kendaraannya tinggi," tambahnya.

Sementara itu, Noval, pengguna rutin lainnya yang naik dari Stasiun Sudimara, mengaku antrian penumpang yang ingin masuk ke dalam KRL bisa mencapai 4-5 baris di jam sibuk sekitar pukul 07:00 hingga 08:00 WIB. Hal ini menandakan penumpang baru bisa masuk tiga KRL berikutnya dan mereka harus menunggu lebih dari 15 menit.

"Emang kalo sehari-hari, apalagi yang naik dari Sudimara, ya digencet dan menggencet biar bisa masuk. Kalau enggak bisa masuk, antrian di peronnya bisa sampai 4-5 baris, kebayang kan bagaimana," kata Noval.

Baca: Jalur KRL di RI Makin Banyak, Ada di Karawang, Bandung Sampai Surabaya

Seperti halnya penumpang rutin KRL Tanah Abang-Rangkasbitung lainnya, Ia berharap kapasitas rangkaian bisa ditingkatkan lagi, dengan mengoperasikan KRL SF 12.

"Ya kapasitas listriknya ditingkatin lagi, biar KRL SF 12 bisa beroperasi, persinyalan juga diganti jadi blok terbuka, biar KRL belakangnya enggak harus nunggu KRL di depannya jauh," terangnya.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Truk Tertemper KA Bandara, Sejumlah Perjalanan KRL Dibatalkan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yuk Catat, Ini Jadwal Live Streaming Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026: Tayang di Vidio
• 7 jam lalubola.com
thumb
Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idul Fitri 1447 H, Ajak ASN 'Tancap Gas' Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
PM Malaysia Anwar Ibrahim Dijadwalkan Temui Prabowo Besok, Bahas Perkembangan Geopolitik
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Filipina Darurat Energi, Kementerian ESDM Pastikan Pasokan Indonesia Tetap Aman
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Hari Ini 27 Maret 2026: Galeri24 dan UBS Masih Stabil Rp2,8 Jutaan
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.