Dari Cisarua ke Dunia, Produk Artisan Asal Bandung Barat Menjangkau Pasar Internasional

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

PRODUK pangan berbasis bahan alami masih jadi pilihan masyarakat dunia. Pengusaha dari daerah di Indonesia memaanfaatkan potensi untuk berkiprah di pasar global.

Salah satu pelaku UMKM dari Kabupaten Bandung Barat, Novio, menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Perusahaan melakukan perluasan jangkauan pasar ke luar negeri, sekaligus terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif internasional.

Dalam beberapa waktu terakhir, produk Novio telah menjangkau konsumen di Eropa melalui platform digital global. Respon dari pasar internasional, termasuk dari Italia, menjadi indikasi
bahwa produk artisan berbasis bahan alami dari Indonesia memiliki peluang untuk diterima lebih luas. Apalagi, produk tersebut didukung oleh kualitas dan proses yang konsisten.

Baca juga : Melonjak, Produksi Sampah Organik di Bandung Barat Selama Ramadan

Seiring dengan itu, Novio juga berpartisipasi dalam pameran bersama Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Kabupaten Bandung Barat di Singapura pada Ramadan Bazar 2026 yang diselenggarakan di Our Tampines Hub, Central Plaza. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas, sekaligus memahami dinamika kebutuhan konsumen global.


Chef Yohhei Sasaki

Baca juga : Warga Terdampak Longsor di Bandung Barat Terima Bantuan Sanitasi dan Alat Sekolah


Momentum ini turut diperkuat dengan kunjungan Chef internasional, Yohhei Sasaki. Dia meninjau langsung proses produksi Novio di wilayah Bandung Barat. 

Kunjungan tersebut mencakup rantai produksi dari hulu hingga hilir. Mulai dari area pertanian di Cipada dan Parongpong hingga fasilitas riset dan pengembangan di Cigugur Girang.

Dalam kunjungan tersebut, Chef Yohhei mencicipi berbagai produk olahan berbasis fermentasi dan bahan alami, serta mengeksplorasi potensi penggunaannya dalam kebutuhan dapur profesional.

“Menarik melihat bagaimana proses produksi dijaga dari hulu hingga hilir. Pendekatan seperti ini menjadi penting dalam menjaga kualitas produk,” ujar Yohhei Sasaki.

Aziz Setyawijaya, pengamat UMKM menilai bahwa keterhubungan dengan pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk. Selain itu juga oleh konsistensi proses, transparansi, serta kemampuan pelaku usaha dalam menjaga standar yang berkelanjutan.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa produk artisan dari daerah memiliki peluang untuk berkembang di pasar global, seiring dengan meningkatnya minat terhadap produk berbasis bahan alami dan proses yang terjaga," tandasnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim Satgas Turun Langsung, Pastikan Ketersediaan dan Harga di Pasar Sentral Pangkep Terkendali
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Arus Balik H+6 Lebaran, Jalur Nasional Cirebon hingga Kuningan Kembali Lancar
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Perang Bikin Pusing, Harga Solar Naik-Nelayan Terancam Berhenti Melaut
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korlantas Siapkan One Way Lokal Jelang Puncak Arus Balik 28–29 Maret
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lebaran Tanpa Lula Lahfah, Ibunda Ungkap Kehilangan Separuh Jiwa
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.