Sony Honda Mobility Hentikan Pengembangan Mobil Listrik Afeela

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Sony Honda Mobility resmi menghentikan pengembangan mobil listrik Afeela setelah Honda memutuskan untuk mengurangi ambisi di segmen kendaraan listrik (EV). Keputusan ini menandai tantangan besar bagi pemain baru dalam industri EV yang semakin kompetitif.
 
Sebelumnya, Honda mengumumkan akan mencatatkan penurunan nilai (writedown) hingga 2,5 triliun yen atau sekitar 15,7 miliar dolar AS, seiring penyesuaian strategi elektrifikasinya. Langkah ini berpotensi membawa Honda mencatat kerugian tahunan pertama dalam hampir 70 tahun sebagai perusahaan publik, dikutip dari Reuters.
 
Kondisi pasar global turut memengaruhi keputusan tersebut. Di Amerika Serikat, kebijakan di era Presiden Donald Trump mengurangi dukungan terhadap kendaraan listrik, sementara permintaan di Eropa tidak sekuat yang diperkirakan.

Situasi ini juga mendorong sejumlah produsen otomotif seperti Ford dan Stellantis melakukan penyesuaian strategi dengan mencatatkan kerugian besar. Baca Juga:
Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Lanjutkan Pengamanan Arus Balik
Bagi Sony, penghentian proyek Afeela menempatkannya sebagai perusahaan teknologi yang mengikuti jejak pemain lain yang gagal menembus pasar EV. Industri ini saat ini didominasi oleh Tesla serta produsen asal China yang berkembang pesat.
 
Sebelumnya, Apple juga telah menghentikan proyek mobil listriknya setelah satu dekade pengembangan. Sementara itu, Xiaomi menjadi pengecualian dengan meluncurkan sedan listrik SU7 setelah bertahun-tahun berfokus pada perangkat elektronik konsumen. Tidak Ada Jalur ke Pasar Sony Honda Mobility menyatakan keputusan Honda membuat proyek Afeela kehilangan arah pengembangan karena tidak lagi memiliki dukungan teknologi dan aset manufaktur yang dibutuhkan.
 
Perusahaan juga memastikan akan mengembalikan dana penuh kepada konsumen di California yang telah melakukan pemesanan model Afeela 1. Sebelumnya, pengiriman unit perdana dijadwalkan dimulai pada akhir tahun ini, dengan model kedua direncanakan hadir pada 2028. Baca Juga:
Mengapa Persentase Penjualan Motor Listrik Kecil? Ini Alasannya!
Analis dari Quiddity Advisors, Travis Lundy, bahkan sebelumnya menilai proyek ini sulit berhasil. Ia menyebut Afeela sebagai proyek yang 'ditakdirkan gagal' dan menilainya sebagai 'proyek ambisi pribadi yang aneh' yang tidak akan menjadi bagian penting dari masa depan Honda.
 
Meski demikian, Honda menyatakan penghentian proyek ini tidak akan berdampak material terhadap proyeksi keuangan tahun fiskal berjalan. Hal serupa juga disampaikan Sony yang menilai dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan tidak signifikan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Bantaran Rel Senen dan Janjikan Hunian Layak untuk Warga
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Prediksi 12 Ribu Pendatang Baru Masuk Jakarta Usai Mudik Lebaran 2026
• 16 menit lalukompas.com
thumb
Timnas Indonesia Main Malam Ini, Intip Lagi Daftar Skuadnya
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Republik Ceko vs Irlandia: Ceko Singkirkan Irlandia Melalui Drama Penalti, Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Relaksasi Produksi Batu Bara, Bahlil Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.