TEKANAN diplomatik dan hukum kini mengarah langsung kepada Sarah Ferguson. Seorang anggota Kongres Amerika Serikat (AS) telah mengajukan permohonan langsung kepada mantan istri Pangeran Andrew tersebut untuk memberikan kesaksian mengenai "hubungan pribadi dan bisnisnya yang erat" dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Berdasarkan surat eksklusif yang dilihat oleh BBC, Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Suhas Subramanyam, mendesak Ferguson untuk memberikan informasi kepada komite investigasi AS. Selain itu, Ferguson diminta mengungkap pengetahuannya terkait keterlibatan mantan suaminya, Andrew Mountbatten-Windsor, dalam operasi Epstein.
"Saat komite mencari keadilan bagi para penyintas perusahaan kriminal Tuan Epstein, dan transparansi bagi publik Amerika, saya dengan hormat meminta kerja sama Anda dalam penyelidikan komite ini," tulis Subramanyam dalam surat yang dikirim pada Kamis (26/3) waktu setempat.
Baca juga : Terkait Skandal Jeffrey Epstein, Putri Eugenie Mundur dari Organisasi Anti Perbudakan
Bukti Komunikasi dan Hubungan DekatSurat tersebut merujuk pada dokumen Departemen Kehakiman AS yang dirilis baru-baru ini. Dokumen itu mengungkap rangkaian email yang menunjukkan kedekatan Ferguson dengan Epstein. Dalam salah satu pesan setelah vonis Epstein pada 2008, sosok bernama "Sarah" mendeskripsikan Epstein sebagai "seorang legenda" dan menulis, "Saya siap membantu Anda. Nikahi saja saya."
Dokumen tersebut juga menyiratkan bahwa Ferguson pernah meminta bantuan keuangan langsung kepada sang pemodal. Meski telah bercerai dari Andrew pada 1996, Ferguson dinilai memiliki informasi krusial.
"Jelas bahwa Anda memiliki ikatan sosial dan bisnis dengan Tuan Epstein dan memiliki pengetahuan yang dapat membantu penyelidikan kami," tambah Subramanyam. Komite menetapkan tenggat waktu hingga 9 April 2026 bagi Ferguson untuk memberikan tanggapan.
Baca juga : Hillary Clinton: Hubungan Bill Clinton dengan Epstein Berakhir Jauh Sebelum Skandal Kriminal Terungkap
Kejatuhan Beruntun Sang Mantan DuchessMeski pencantuman nama dalam dokumen Epstein bukan merupakan indikasi pelanggaran hukum, hal ini telah merusak reputasi Ferguson secara signifikan. Ia digambarkan sebagai sosok yang terus mengejar dukungan finansial dan dikabarkan pernah menyebut Epstein sebagai "saudara laki-laki yang selalu saya dambakan".
Dampak dari skandal ini pun kian meluas bagi Ferguson di Inggris:
- Kehilangan Gelar dan Tempat Tinggal: Pada Oktober lalu, ia kehilangan gelar Duchess setelah mantan suaminya melepaskan gelar Duke of York. Ia juga dipaksa pindah dari kediaman Royal Lodge di Windsor.
- Pencopotan Gelar Kehormatan: Pada Kamis malam, Dewan Kota York secara bulat memutuskan untuk mencabut gelar kehormatan Freedom of the City of York yang diterimanya sejak 1987.
- Pemutusan Hubungan Amal: Berbagai organisasi amal telah memutuskan kerja sama dengan Ferguson akibat keterkaitannya dengan Epstein.
Hingga saat ini, belum ada mekanisme hukum yang dapat memaksa Ferguson untuk bersaksi di Amerika Serikat karena status kewarganegaraannya. Pihak Andrew Mountbatten-Windsor sendiri secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait hubungannya dengan Epstein.
Namun, desakan tidak hanya datang dari politisi. Perwakilan keluarga Virginia Giuffre, salah satu penuduh utama Epstein, menyatakan dukungan kuat agar Ferguson segera memberikan jawaban di Amerika Serikat demi keadilan bagi para korban. (BBC/Z-2)





