FAJAR, TANA TORAJA – Ketua DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Toraja, Yiswa Saranga’, secara tegas membantah klaim yang menyebutkan bahwa oknum pegawai kontrak berinisial K merupakan informan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan.
Bantahan ini mencuat setelah adanya informasi dari pihak Biro Hukum BPS Gereja Toraja yang menyebut K—seorang tenaga housekeeping di instansi tersebut—adalah informan resmi. K sebelumnya diamankan oleh BNNK Toraja dalam rangkaian penangkapan tujuh orang terkait kasus narkotika di wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara.
Data GRANAT dan BNN Sinkron
Yiswa menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasar jika merujuk pada data intelijen yang dimiliki oleh GRANAT maupun koordinasi langsung dengan pihak berwenang.
“Saya sedang bersama Kepala BNNK Toraja di kantornya. Berdasarkan data GRANAT Toraja, data BNN Toraja, hingga BNN Provinsi Sulsel, si K itu murni pelaku penyalahgunaan narkotika, bukan informan,” tegas Yiswa, Jumat (27/3/2026) pagi.
Yiswa bahkan menantang pihak manapun yang meragukan status tersebut untuk melakukan konfirmasi data secara terbuka. Ia mengklaim memiliki bukti lengkap mengenai keterlibatan K dalam jaringan gelap narkoba.
Intens Berkomunikasi dengan Jaringan Lapas
Lebih lanjut, Yiswa mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai aktivitas K sebelum diamankan. Hasil pemantauan menunjukkan adanya pergerakan yang mencurigakan, baik di dalam maupun di luar wilayah Toraja.
“Komunikasi K dengan jaringan yang ada di Lapas Bollangi, Gowa, sangat intens. Lokasi-lokasi transaksinya sudah terpantau jelas. Intinya, jangan ada pihak yang mencoba bermain-main atau melindungi pelaku narkoba dengan narasi tertentu,” jelasnya.
Ajakan Bersih-bersih Lembaga
Menutup keterangannya, GRANAT Toraja menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh upaya pemberantasan narkotika tanpa pandang bulu. Ia mengimbau agar seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan dan pemerintahan, melakukan evaluasi internal secara rutin.
“Semua pihak harus terlibat. Mari kita bersih-bersih dari dalam, baik itu di kelembagaan agama, pemerintahan, bahkan di internal GRANAT sendiri. Narkoba adalah musuh bersama yang harus diberantas hingga ke akarnya,” pungkas Yiswa. (edy)





