Sebuah meteor seukuran bola sepak menghantam atap rumah warga di Houston, Amerika Serikat. Usai menghantam atap, benda langit itu mendarat di kamar kosong tanpa melukai siapa pun.
Batu luar angkasa itu diduga merupakan fragmen dari meteor yang pecah di langit biru Texas, disertai suara ledakan keras. Kejadian itu disaksikan oleh sejumlah warga, dan terekam kamera yang terpasang di mobil seseorang.
Fenomena meteor jatuh di AS bukan kali ini terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bola api (fireballs) dilaporkan melintas di langit Amerika Serikat. Frekuensi kemunculan yang tidak biasa ini disebut para ilmuwan sebagai tren aneh yang hingga kini belum sepenuhnya dipahami.
Berdasarkan laporan NASA, pada Sabtu (21/3) sekitar pukul 17.50 waktu setempat, sebuah asteroid berdiameter sekitar 0,9 meter memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 56.300 km/jam. Gesekan dengan udara membuatnya pecah dengan cepat, memicu dentuman sonik dan kilatan cahaya terang yang berlangsung beberapa detik.
Menurut American Meteor Society, setidaknya 180 orang melaporkan melihat cahaya melesat tersebut atau mendengar ledakannya. Peristiwa itu terjadi di ketinggian sekitar 47 kilometer di atas Houston, dengan kekuatan setara sekitar 26 ton TNT.
Simulasi menunjukkan bahwa beberapa fragmen meteor kemungkinan mencapai permukaan tanah, terutama di wilayah utara kota. Media lokal kemudian melaporkan bahwa salah satu fragmen tersebut menghantam sebuah rumah di kawasan Spring, Texas. Foto dan video memperlihatkan batu luar angkasa itu menembus atap, memantul dari lantai ke langit-langit, sebelum akhirnya berhenti di dekat televisi.
Pemilik rumah, Sherrie James, sempat melaporkan kejadian itu ke pemadam kebakaran setempat. Awalnya, petugas menduga benda tersebut adalah bagian dari pesawat, sebelum kemudian diketahui sebagai batu luar angkasa.
James mengaku mendengar ledakan keras dari ruangan sebelah. Setelah menemukan lubang di atap, ia langsung menduga benda tersebut adalah pecahan meteor. Awalnya ia merasa kesal karena kerusakan yang terjadi, namun kemudian berubah menjadi antusias, meski sedikit takut.
Ia bahkan bercanda bahwa sebagai penggemar fiksi ilmiah, dirinya berniat menyimpan meteorit tersebut. Meski begitu, para ilmuwan kemungkinan akan meminjamnya untuk diteliti lebih lanjut guna mengungkap informasi tentang tata surya.
Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa di Eropa awal bulan ini, ketika fragmen bola api menembus atap rumah di sebuah kota kecil di Jerman dan masuk ke kamar tidur. Beberapa bangunan lain juga dilaporkan terdampak serpihan dari peristiwa tersebut.




