Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengajak petani untuk melaksanakan penanaman benih padi varietas tahan kekeringan, karena April-Agustus 2026 dipastikan memasuki musim kemarau.
Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Jumat mengatakan, agar musim kemarau tetap produksi pangan terjaga dan tidak menimbulkan puso atau gagal panen.
Dengan demikian, pihaknya mengajak petani untuk gerakan penanaman padi Maret sampai Agustus mendatang menggunakan benih varietas tahan kekeringan.
Saat ini, benih varietas tahan kekeringan di antaranya Inpari 32, Inpari 42 , atau Inpago 8, karena lebih toleran terhadap kondisi air terbatas.
Sebab, varietas tersebut memiliki daya adaptasi yang lebih baik di lahan dengan ketersediaan air terbatas, sehingga dengan pengaturan waktu tanam dan teknik budidaya yang tepat, produksi padi di sawah tadah hujan tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau.
"Kita sudah melakukan langkah antisipatif menghadapi kekeringan mulai dari pemetaan lokasi rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system) juga optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi dan irigasi untuk percepatan tanam di berbagai sentra produksi," kata lelaki alumni Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Ia juga mengatakan, untuk di lahan darat atau gogo dianjurkan petani menggunakan benih varietas Situ Bagendit dari bantuan Kementerian Pertanian.
Dimana varietas Situ Bagendit dapat menghasilkan produksi pangan di musim kemarau.
Saat ini, petani Kabupaten Lebak banyak juga yang mengembangkan pertanian padi di lahan darat hampir di 28 kecamatan.
"Kami menargetkan penanaman padi pada April 2026 seluas 14.880 hektare dan menggunakan benih unggul tahan terhadap iklim kemarau," kata Deni.
Sementara itu, Abdul Syukur, seorang petani di Kecamatan Cimarga Kabupaten Lebak mengatakan dirinya bersama petani lain di wilayahnya seluas 50 hektare mulai mengelola garapan areal persawahan untuk dilakukan gerakan penanaman padi awal April 2026.
Namun, dipastikan penanaman padi memasuki musim kemarau, sehingga petani menggunakan benih varietas tahan terhadap kekeringan.
"Kami di sini kebanyakan tanam benih Inpago 8 dan Infari 42, karena tahan kekeringan juga bisa menghasilkan produksi pangan di tengah musim kemarau," katanya.(ant/ree)




