Bisnis.com, SAMARINDA — Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mengintensifkan kesiapsiagaan mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah prediksi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Langkah ini mencakup penguatan koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya manusia, hingga penyiapan peralatan penanganan bencana.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi menyatakan seluruh jajaran telah menerima instruksi untuk mempertajam kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperkuat respons cepat terhadap ancaman karhutla yang kerap berulang setiap tahun.
"Memasuki musim kemarau yang diprediksi cukup panjang akibat El Nino, kami diminta untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026).
Dalam upaya mempercepat mobilisasi, posko penanganan karhutla akan dipusatkan di kantor baru Dinas Sosial yang berlokasi di Banjarbaru.
Achmadi menyebutkan pemusatan posko ini dinilai strategis untuk mempercepat koordinasi operasional dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Baca Juga
- Timur Tengah Memanas, Pertamina Jamin Pasokan BBM Kalimantan Aman
- Lima Provinsi Kalimantan Kompak Tumbuh Positif pada 2025
- Pertamina Gelontorkan 890 Ton LPG Jelang Ramadhan-Nyepi se Kalimantan
Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan dukungan logistik, peralatan pemadaman, serta kesiapan personel lapangan sebagai bentuk mitigasi dini.
Kendati demikian, belum ada rincian spesifik mengenai jumlah personel yang disiagakan maupun jenis peralatan yang telah dialokasikan.
"Kami siapkan kekuatan penuh, baik peralatan maupun kendaraan operasional kebencanaan. Posko juga akan berada di kantor baru sehingga memudahkan mobilisasi dan mempercepat respons di lapangan," jelasnya.
Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan yang masuk dalam kategori rawan karhutla meliputi Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
Adapun, dia menuturkan cuaca kering berkepanjangan menjadi faktor pemicu utama yang meningkatkan kerentanan wilayah tersebut terhadap kebakaran.
"Untuk pemetaan detail memang menjadi kewenangan BPBD, namun kami tetap mengacu pada pengalaman sebelumnya dan siap mendukung penuh dalam penanganan di lapangan," pungkasnya.





