FILM bergenre psychological horror berjudul Aku Ingin Mati segera tayang di Bioskop mulai 2 April 2026, Film ini mengangkat isu sosial yang dekat dengan realita masyarakat urban, tentang upaya memperkaya diri demi validasi sosial lewat sebuah perjanjian dengan iblis.
Disutradarai oleh Hestu Saputra yang terkenal lewat deretan film seperti Hujan di Bulan Juni hingga Air Mata Surga, film Aku Ingin Mati menawarkan kengerian yang bukan sekadar teror kasat mata, melainkan gelapnya ambisi manusia demi validasi sosial.
”Kami itu punya keresahan yang sama terhadap situasi sosial masyarakat kita saat ini, di mana masyarakat tidak sedikit melakukan seperti pinjaman online atau upaya memperkaya diri demi validasi sosial semata. Keresahan-keresahan ini yang menjadi motivasi kuat kami untuk berangkat membuat cerita di film Aku Ingin Mati,” jelas Hestu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3).
Baca juga : Film Penunggu Rumah: Buto Ijo Tayang 15 Januari, Trailernya Bikin Merinding
Dijelaskan Hestu, upaya memperkaya diri sampai harus menjual jiwa dinilainnya telah banyak terjadi di masyarakat saat ini bahkan bukan hanya di kalangan strata sosial kelas bawah melainkan hampir di seluruh level sosial. Sehingga Film ini dirasa relatable untuk semua jenis penonton
“Dari kalangan menengah ke atas, menengah ke bawah, ataupun kalangan menengah itu sendiri, itu tuh terjadi ya. Perilaku menjual jiwa demi harta. Praktek (pesugihan) di gunung kawi masih ramai misalnya, tumbal-tumbal di perempatan-perempatan juga saya masih sering liat,” terang Hestu.
Hadir sebagai film psychological horror, film Aku Ingin Mati dibintangi deretan pemain diantaranya Hana Saraswati, Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, hingga Bambang Paningron.
Baca juga : Film Meja Tanpa Laci Siap Diproduksi, Angkat Kisah Pergulatan Polisi Jujur di Tengah Sistem yang Rumit
SinopsisFilm ini mengikuti perjalanan Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik. Demi mengejar kemewahan semu, Mala terjerumus dalam lingkaran setan hutang pinjaman online (pinjol) dan paylater yang melilit hidupnya.
Dalam keputusasaan untuk menemukan kembali jati dirinya, Mala memutuskan pulang ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana, ia kembali bertemu dengan sahabat masa kecilnya, Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron), pemilik panti yang sudah dianggapnya sebagai ayah sendiri.
Namun, ketenangan yang dicari Mala justru menjadi awal dari petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala terlempar ke dalam serangkaian pengalaman mistis yang mengerikan. Ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit tentang asal-usulnya dan rahasia kelam keluarganya yang mlakukan sebuah perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan. (H-2)





