Beda dengan Purbaya, Bahlil Pastikan Bea Keluar Batu Bara Belum Berlaku 1 April

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa bea ekspor batu bara belum akan berlaku sampai dengan 1 April 2026. Dia mengatakan pembahasan belum tuntas dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. 

Pernyataan Bahlil ini berbeda dengan Purbaya yang sempat membuka kemungkinan bahwa bea keluar batu bara bakal berlaku untuk 1 April 2026. Sebab, target penerimaan dari tarif ekspor batu bara itu sudah masuk ke dalam asumsi penerimaan APBN 2026. 

"Untuk ekspor batu bara, kami memutuskan bahwa untuk lebih berhati-hati. Kami setuju untuk meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga kami harus hati-hati dalam penerapan pajak ekspor. Sampai dengan sekarang, sampai dengan tanggal 1, belum ada pengenaannya itu," terangnya kepada wartawan usai rapat di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026). 

Menurut Bahlil, pembahasan di level teknis termasuk terkait dengan rentang asumsi penerimaan dari tarif ekspor batu bara masih berlangsung di antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. 

Bagi Bahlil, kementeriannya masih ingin memastikan agar pemerintah tidak salah membuat kebijakan. Sebab, mayoritas batu bara yang diekspor Indonesia atau sebesar 60% sampai 70% itu berkalori rendah sehingga tidak berharga tinggi. 

Sementara itu, lanjutnya, porsi ekspor batu bara dari Indonesia yang berkalori tinggi hanya sekitar 10%. 

Baca Juga

  • Purbaya Ngotot Terapkan Bea Keluar Batu Bara, Efek Banyak Penghindaran Pajak?
  • Bea Keluar Batu Bara Bisa Tambah Rp19,3 Triliun ke Kas Negara
  • Purbaya Ungkap Alasan Aturan Bea Keluar Batu Bara Mandek: Ada yang Protes!

"Jadi jangan sampai kami salah membuat kebijakan. Tetapi, saya setuju dengan Kemenkeu bahwa penting untuk kita mencari sumber-sumber pendapatan negara yang baik dalam rangka menghadapi tekanan global yang semakin hari, semakin tidak ada yang bisa menentukan," papar Ketua Umum Partai Golkar itu. 

Adapun Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (25/3/2026) sempat menyebut bea keluar batu bara berpeluang untuk mulai berlaku 1 April 2026. Namun, dia menyebut kini sudah ada perubahan strategi yang dilakukan oleh Menteri ESDM sehingga dinilai lebih sesuai. 

Purbaya mengaku ada dua kali rapat terpisah membahas soal rencana pengenaan bea keluar batu bara. Rapat pertama diselenggarakan di Istana Kepresidenan, kemudian di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. 

"Ada strategi baru yang diterapkan. Nanti Pak Bahlil yang akan nentuin, bukan saya tetapi sudah dapat strategi yang pas sekali. Jadi Pak Bahlil menerapkan strategi yang pas, yang tidak mengganggu pendapatan," terangnya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Menurut Purbaya, strategi yang akan diterapkan Bahlil bersifat komprehensif. Ini tidak berlaku hanya untuk bea keluar batu bara saja, melainkan juga untuk produk turunan nikel. 

Target Melonjak

Sebagai informasi, dalam rincian anggaran APBN 2026, target penerimaan dari bea keluar diproyeksikan melonjak hingga 852%, sedangkan pos Pendapatan Pajak Lainnya meroket ribuan persen. 

Dalam Lampiran I Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 28 November 2025, pemerintah menargetkan Pendapatan Bea Keluar sebesar Rp42,56 triliun pada 2026. 

Angka ini melonjak tajam 852% dibandingkan dengan target tahun 2025 yang hanya dipatok senilai Rp4,47 triliun. 

Lonjakan pada pos Bea Keluar ini sekaligus menjadi penopang utama Pendapatan Pajak Perdagangan Internasional yang ditargetkan tumbuh 61,07% menjadi Rp92,46 triliun, mengingat pos Pendapatan Bea Masuk justru diproyeksikan terkontraksi 5,73% dari Rp52,40 triliun (2025) menjadi Rp49,90 triliun (2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Waktu Mustajab di Hari Jumat, Kapan Doa Paling Cepat Dikabulkan?
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jembatan Merah Putih Jadi Spot Foto Pengunjung di Taman Bendera Pusaka
• 18 jam laludetik.com
thumb
Dubes Saudi: Hanya 15% Rudal Iran Mengarah ke Israel, Sisanya ke Arab
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Kepala BGN Pastikan Mengikuti Jadwal Masuk Sekolah
• 2 jam laludisway.id
thumb
PD Desak KPK Jelaskan soal Yaqut Jadi Tahanan Rumah: Cegah Spekulasi
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.