Tips Mengatur Pola Tidur Anak Setelah Mudik versi teman kumparanMOM

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Memasuki akhir libur Lebaran, anak-anak mulai bersiap kembali ke rutinitas sekolah. Jika selama mudik mereka terbiasa bangun lebih siang dan tidur lebih larut, kini waktunya kembali menyesuaikan diri dengan jadwal harian yang lebih teratur.

Sayangnya, perubahan ini nggak selalu berjalan mudah, terutama saat mengatur kembali jam tidur anak. Menginap di rumah nenek atau saudara membuat anak terbiasa dengan pola tidur yang lebih bebas karena asyik bermain tanpa batas waktu.

Akibatnya, anak bisa merasa kaget saat harus kembali ke pola tidur normal. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat mereka sulit bangun pagi dan kurang fokus saat beraktivitas di sekolah.

Sebagai orang tua, tentu penting untuk menyikapi persoalan ini dengan cara yang tepat, ya. Kalau kamu juga mengalami hal serupa, yuk simak tips dari teman kumparanMOM berikut ini.

Cara Mengatur Pola Tidur Anak Setelah Mudik

Rasa syukur datang dari Nurul Imani Safitri (34), member teman kumparanMOM. Setelah mudik ke kampung halaman, sang anak ternyata bisa dengan mudah kembali ke jam tidur normalnya. “Alhamdulillah anakku tidur normal, sesuai dengan jam tidur biasanya,” tuturnya.

Pola tidur yang sudah teratur ini sebaiknya tetap dijaga, ya Moms. Karena itu, Mom Nurul tetap menerapkan jam tidur yang sama setiap harinya, bahkan saat liburan sekalipun, agar ritme tidur anak terbentuk secara alami.

Sementara itu, pengalaman kurang mengenakkan dialami oleh teman kumparanMOM Hanna Tiara (29). Setelah mudik, ia mengaku harus usaha ekstra karena anaknya jadi terbiasa tidur lewat dari jam biasanya. “Sebenarnya masih dalam batas normal sih tidurnya, cuma dia jadi keenakan tidurnya lewat dari jam 9 malam,” ujarnya.

Untuk menyiasati hal ini, Mom Hanna dan suami punya cara yang cukup seru. Mereka membiasakan anak buat baca buku dan bermain peran sebelum tidur, mulai dari pura-pura jadi dokter dan pasien sampai jadi bayi yang diasuh anaknya. Cara sederhana ini ternyata cukup ampuh bikin si kecil jadi lebih cepat mengantuk.

Nggak kalah penting, Mom Hanna juga menekankan kalau orang tua harus jadi contoh buat anak. Jadi saat waktunya tidur, orang tua juga sebaiknya ikut beristirahat supaya anak nggak merasa sendirian, ya.

Begitupun dengan Maya (32), member teman kumparanMOM. Ia mendapati anaknya jadi makin sulit diajak tidur setelah mudik. Apalagi selama di rumah nenek, jam tidurnya jadi lebih bebas dan banyak sepupu yang mengajak bermain tanpa kenal waktu.

“Pas balik ke rumah, jadi agak kaget harus tidur lebih cepat. Tantangannya lebih ke bikin dia mau masuk kamar dan berhenti main,” katanya.

Meski begitu, Mom Maya nggak langsung memaksa anaknya untuk tidur cepat. Ia memilih pendekatan yang lebih santai, yaitu dengan memajukan jam tidur anak secara bertahap. Misalnya, dari jam 10 malam ke 9.30, lalu perlahan disesuaikan sampai kembali ke jadwal normal.

Selain fokus pada pengaturan waktu, Mom Maya juga cukup aware dengan suasana menjelang istirahat. Ia biasanya meredupkan lampu dan menghindari aktivitas yang terlalu seru sebelum waktu tidur, supaya anak bisa lebih tenang dan kualitas tidurnya ikut membaik.

Yuk berbagi pengalaman bersama ribuan ibu lainnya di komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom2


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank Indonesia Catat Penggunaan QRIS di Kalimantan Timur Melonjak pada Awal 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Alasan Mengapa Kemandirian Finansial Penting Bagi Perempuan
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
AEON Indonesia Buka Lowongan Kerja Terbaru 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Menjelang Puncak Arus Balik Kedua, Korlantas Polri akan Terapkan One Way Lokal
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Relaksasi Produksi Batu Bara, Bahlil Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.