Penjualan Produk Medis Kerek Pendapatan, OMED Raih Laba Rp368,9 Miliar di 2025

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Alhasil laba per saham (EPS) meningkat dari Rp11,89 menjadi Rp13,57.

Penjualan Produk Medis Kerek Pendapatan, OMED Raih Laba Rp368,9 Miliar di 2025 (Foto: dok OMED)

IDXChannel - PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) mencatatkan laba bersih Rp368,9 miliar sepanjang 2025, tumbuh 13,9 persen dari periode sebelumnya Rp324 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh penjualan produk medis. Alhasil laba per saham (EPS) meningkat dari Rp11,89 menjadi Rp13,57.

Baca Juga:
Emiten Alat Kesehatan Jayamas (OMED) Setop Buyback, Realisasi Capai Rp4,8 Miliar

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Jumat (27/3/2026) pendapatan perseroan juga naik 9,4 persen dari Rp1,89 triliun dari sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto meningkat 15 persen YoY menjadi Rp717,5 miliar, dengan margin laba bruto membaik menjadi 34,8 persen dari sebelumnya 33,1 persen. 

Baca Juga:
Prospek Sektor Kesehatan Cerah, OMED Bidik Pendapatan Rp2,3 Triliun pada 2026 

Sementara itu, laba usaha meningkat 12,2 persen menjadi sebesar Rp390,9 miliar dari periode yang sebelumnya Rp348,47 miliar.

Adapun kinerja OMED sepanjang 2025 didukung oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen usaha utama antara lain produk medis sekali pakai dan habis pakai dengan porsi sekitar 48,8 persen dari total pendapatan.

Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan yang kuat sebesar 16,2 persen YoY, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.

Segmen antiseptik dan dialisis tumbuh 9,6 persen YoY, didukung oleh kenaikan volume penjualan serta peluncuran produk baru.

Segmen bioteknologi dan laboratorium membukukan pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1 persen YoY, dan segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9 persen YoY sejalan dengan dinamika permintaan pasar.

Memasuki 2026, OMED menargetkan pendapatan sekitar Rp2,3 triliun atau tumbuh di kisaran 10-15 persen YoY. 

Selain itu, perseroan juga menargetkan margin laba bruto berada pada kisaran awal 30 persen, dan penjualan ekspor mencapai USD1-1,5 juta.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arus Balik Malam Ini Padat: Rest Area Penuh, Pengendara Berhenti di Bahu Jalan
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Polandia atasi Albania, Denmark kalahkan Makedonia Utara
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
8 Tips Mengatasi Malas Kerja Setelah Libur Lebaran 2026, Kembali Produktif dengan Lancar Tanpa Hambatan
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Pembatasan Media Sosial Lindungi Anak dari Ancaman Digital
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Truk dan Bus Mengular di Jalur Pantura Cirebon Imbas Pembatasan Masuk Tol dan One Way
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.