JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan senyap (incognito) ke bantaran rel kereta api di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3/2026).
Lokasi yang dikunjungi Presiden tepat berada di samping Pasar Gaplok, Kelurahan Kramat.
Menurut penuturan Iis (45) salah satu pedagang sayuran, mobil yang membawa Presiden mula-mula berhenti di depan Pasar Gaplok. Kepala Negara lantas masuk ke pasar lalu menyalami pedagang.
"Bapak datangnya sore. Pasarnya sudah tutup tapi pedagang masih ada yang kemas-kemas kan. Saya juga pas masih di kios," tutu Iis saat dijumpai Kompas.com di Pasar Gaplok, Jumat (27/3/2026).
"Habis masuk pasar, Pak Presiden lewat depan kios saya ini buat keluar lihat rel. Lewat pintu kecil yang ini," jelasnya.
Kompas.com/Dian Erika Warga sedang duduk-duduk di atas lokasi bekas rumah liar mereka yang terkena gusur pemerintah kota Jakarta Pusat pada Jumat (27/3/2026). Lokasi yang berada di bantaran rel samping Pasar Gaplok, Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dikunjungi oleh Presiden Pranowo Subianto pada Kamis (26/3/2026).
Iis menuturkan, Presiden kemudian keluar pasar dan menyusuri kawasan bantaran rel. Seketika, orang nomor satu di Indonesia itu langsung diserbu warga.
Kompas.com menelusuri bantaran rel melalui jalan sesuai petunjuk yang diberikan Iis.
Setelah keluar dari pintu kecil di ujung utara Pasar Gaplok, Kompas.com melihat bekas papan, kayu, dan terpal bertebaran di sepanjang pinggiran rel.
Selain itu, perabotan warga seperti ember, kasur busa, selimut, bantal, gayung, kursi plastik hingga cermin tertumpuk di sejumlah titik.
Di bagian timur seberang rel, terlihat tumpukan tanaman rambat dan perdu yang baru saja dipotong dan ditinggalkan di lokasi. Tumpukan tanaman itu sudah layu karena panas matahari.
DOK. Humas KAI Presiden Prabowo Subianto meninjau kawasan bantaran rel sekitar Stasiun Pasarsenen, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/3/2026).
Salah atau warga yang dijumpai Kompas.com, Satiah (55) mengatakan, di lokasi tersebut baru saja dilakukan penggusuran rumah liar. Satiah yang sudah tujuh tahun tinggal di kawasan itu pun terdampak penggusuran.
"Rumah kami sudah tidak ada. Ya rumah liar sih. Kami terpaksa hidup di sini bangun gubuk dari papan, dari terpal," tutur Satiah.
Pantauan Kompas.com, bekas rumah liar warga berada sekitar tiga meter dari titik rel kereta api di perlintasan Senen. Lokasi rumah liar itu menempel dengan dinding bangunan Pasar Gaplok.
Sebelum digusur, rumah-rumah liar warga berjajar sepanjang 300 meter di bantaran rel.